Peringatan Keras Prabowo ke Kader Nakal: Walau Kau Gerindra Tak Akan Saya Lindungi

Prabowo memastikan tidak akan melindungi kader Partai Gerindra yang dipimpinnya jika mempunyai kesalahan

Diperbarui 15 Agustus 2025, 16:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memastikan tidak akan melindungi kader Partai Gerindra yang dipimpinnya jika mempunyai kesalahan. Bahkan, ia meminta agar mereka bisa menjadi Justice Collaborator dalam melaporkan suatu perkara.

Hal ini disampaikan dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

"Dan sebagai sesama pimpinan partai saya ingatkan anggota-anggota semua partai termasuk partai saya Gerindra cepat-cepat kalau ada yang terlibat anda jadi Justice collaborator, anda laporkan saja karena walaupun kau Gerindra tidak akan saya lindungi," kata Prabowo dalam sambutannya.

"Kalau ada yang berani Saya telah perintahkan Panglima TNI dan Kapolri. Kalau anda mau ke provinsi ini pakai pasukan dari provinsi lain jangan-jangan ada anak buahmu di kebun-kebun itu," sambungnya.

 

Sikat Jenderal Bekingi Tambang Ilegal

Selain itu, ia juga sempat menyinggung soal keputusan pengadilan yang sudah inkrah 18 tahun lalu yang memerintahkan ada kebun-kebun kelapa sawit yang harus disita. Tetapi, tidak ada penegak hukum waktu itu yang mau melaksanakannya dan membuat dirinya tidak tahu kenapa.

"Tetapi saya sudah perintahkan dikuasai kembali oleh negara, dan untuk itu kita telah menggunakan pasukan-pasukan TNI untuk mengawal tim-tim yang menguasai kebun-kebun tersebut," ujarnya.

"Karena sering terjadi perlawanan berani-berani melawan Pemerintah NKRI yang kita hadapi saudara-saudara. Setelah ini kita akan tertibkan juga tambang-tambang yang melanggar aturan," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku telah diberi laporan oleh aparat-aparat bahwa terdapat 1.063 tambang ilegal dan potensi kekayaan yang dihasilkan oleh 1.063 tambang ilegal ini dilaporkan potensi kerugian negara mencapai Rp300 triliun.

"Saya minta dukungan seluruh MPR, saya minta dukungan seluruh partai politik untuk mendukung ini demi rakyat kita," ungkapnya.

"Dan saya beri peringatan apakah ada orang-orang besar orang-orang kuat jenderal-jenderal dari manapun. Apakah jenderal dari TNI atau jenderal dari polisi atau mantan jenderal tidak ada alasan kami akan bertindak atas nama rakyat," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga meminta dukungan seluruh rakyat Indonesia, termasuk para wakil rakyat dan seluruh partai politik untuk memberantas tambang-tambang ilegal.

"Saya minta dukungan seluruh MPR. Saya minta dukungan seluruh partai politik untuk mendukung ini demi rakyat kita," ujar Presiden.

 

600 Anggota MPR/DPR Hadir

Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2025, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2025, dan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Rangka HUT Ke-80 Kemerdekaan RI digelar di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, Jumat.

Acara itu dihadiri oleh 600 lebih anggota dewan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, sejumlah tokoh publik, perwakilan negara-negara sahabat, serta pimpinan partai politik.

Di Gedung Nusantara pada Jumat pagi, Presiden Ke-7 Joko Widodo, Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Ke-6 Try Sutrisno, Wapres Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wapres Ke-11 Boediono, Wapres Ke-13 Ma’ruf Amin juga turut menghadiri Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2025 dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, serta mendengar langsung Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Rangka HUT Ke-80 Kemerdekaan RI.

Agenda Sidang Tahunan MPR RI diawali dengan pidato pembuka dari Ketua MPR RI Ahmad Muzani, kemudian dilanjutkan dengan pidato pengantar Sidang Bersama DPR dan DPD RI oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Usai dua pidato pengantar, ada penayangan video mengenai pelaksanaan program-program prioritas dan capaian-capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selepas Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan, acara dilanjutkan dengan persembahan lagu-lagu Nusantara, dan sidang pun ditutup oleh Ketua DPR RI.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6