80 tahun lalu pada 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Lambert Giebels, penulis biografi Bung Karno menyebut proklamasi RI sebagai salah satu paling sederhana pernah ada di dunia. Liputan6.com menurunkan serial tulisan tentang peristiwa unik dan menarik sekitar Proklamasi Kemerdekaan RI. Tulisan tersebut kami kumpulkan dalam TAG Mozaik Proklamasi. Selamat menikmati.
Liputan6.com, Jakarta - Suara gaduh membangunkan Fatmawati dari tidurnya. Saat itu ia tengah menemani putra pertamanya, Guntur Soekarnoputra. Sekilas, riuh tersebut terdengar dari arah ruang makan rumahnya.
Di sana ia melihat sang suami, Bung Karno, berbincang serius dengan para pemuda dari kelompok Menteng 31. Dalam ingatannya, penampilan mereka terkesan garang, ada yang membawa pistol, ada pula yang menenteng sebilah pisau.
"Dengan gaya jagoannya, salah seorang mencabut pisau sambil melotot dan berkata, ‘Berpakaianlah Bung, sudah tiba waktunya.’ Aku mengenal salah satunya, Sukarni,” kenang Fatmawati yang dikutip dalam bukunya, Fatmawati, Catatan Kecil Bersama Bung Karno.
Advertisement
Dalam bukunya, Fatma menuliskan, para pemuda saat itu mendesak Sukarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan. Namun, Bung Karno menolak. Meski kabar kekalahan Jepang di Perang Dunia II sudah beredar, belum ada pernyataan resmi.
Bagi Sukarno-Hatta, kemerdekaan harus diputuskan melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang sudah bekerja sejak 7 Agustus 1945, dengan Sukarno sebagai ketua dan Hatta sebagai wakil.
Di tengah kegaduhan itu, Bung Karno masuk ke kamar dan memberi tahu Fatmawati bahwa para pemuda akan membawanya ke luar kota. Ia menanyakan apakah sang istri ingin ikut.
"Segera aku menjawab, ‘Fat sama Guntur ikut. Ke mana Mas pergi, di situ aku berada,’” ucap Fatmawati.
Fatmawati lalu bersiap. Tak sempat membawa pakaian sendiri, ia hanya membawa perlengkapan Guntur dengan sehelai kain gendongan.
Di luar, sebuah sedan Fiat hitam telah menunggu, di dalamnya ada Bung Hatta.
Susu Guntur yang Tertinggal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1615445/original/036036400_1496727952-IMG_0527.jpg)
Dalam gelap dan udara dingin, sedan itu melaju menuju lokasi yang belum ia ketahui. Belakangan, tempat itu adalah pos penjagaan di Jatinegara. Di sana, Fatmawati sempat menyusui Guntur sebelum menyadari susu bubuk sang anak tertinggal di rumah. Panik, ia khawatir Guntur akan kehausan.
Fiat pun kembali ke Pegangsaan untuk mengambilnya.
Tak lama, mereka diminta pindah ke truk yang dikemudikan Iding. Alasan para pemuda, sedan terlalu besar untuk melewati jalur menuju tujuan akhir. Hatta segera paham, ini siasat agar sopir sedan tak tahu lokasi mereka.
Perjalanan berakhir di Rengasdengklok, Karawang, di sebuah asrama PETA. Ruangannya sederhana, berlantai papan dengan tikar pandan.
Setelah satu jam, mereka dipindahkan ke rumah milik tuan tanah Tionghoa, Djiaw Kie Song, yang dikosongkan untuk mereka.
Hari itu diisi dengan bergantian mengasuh Guntur. Hatta bahkan mengenang momen saat Guntur kencing di pangkuannya, membuat celana yang basah sebagian itu terpaksa dipakai hingga kering sendiri. Sekitar pukul 12.30 WIB, Hatta memanggil Sukarni untuk menanyakan perkembangan rencana revolusi. Namun, kabar dari kota belum ada.
Advertisement
Kabar ke Jakarta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314261/original/042340700_1755071765-IMG_6243.jpeg)
Pagi 16 Agustus 1945, di Jakarta, Soediro melapor pada Ahmad Subardjo bahwa “keduanya” Sukarno dan Hatta telah dibawa pergi. Subardjo, anggota dan penasihat PPKI, segera mencari tahu.
Ia mendesak Wikana, salah satu stafnya, mengungkap lokasi mereka. Wikana mengaku tidak tahu pasti, hanya menyebut mereka dibawa keluar Jakarta demi keselamatan.
Setelah negosiasi alot, Pandu Kartawiguna menyampaikan informasi bahwa hanya anggota PETA yang mengetahui lokasi. Akhirnya, Subardjo mendapat kepastian bahwa keduanya berada di Rengasdengklok. Sore itu juga ia berangkat menjemput.
Tanpa penolakan dari para pemuda, apalagi setelah kabar resmi Jepang menyerah pada Sekutu, Sukarno dan Hatta kembali ke Jakarta malam itu, pukul 21.00 WIB.
Isyarat proklamasi kemerdekaan yang diidamkan kian nyata.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1681700/original/046348100_1502884007-17-08-16_Proklamasi.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/134/original/013530700_1671867028-WhatsApp_Image_2022-12-24_at_14.27.25.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/956385/original/036606500_1439556958-ilustrasi-soekarno-hatta-rumah-rengasdengklok-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)