Bertemu Utusan Khusus Presiden Korea, Puan Minta Pekerja Migran Indonesia Diberi Perlindungan

Puan berharap, para PMI mendapat perlakuan yang baik, dengan hak dan kewajiban yang dipenuhi selama tinggal di Korea.

Diperbarui 12 Agustus 2025, 18:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Delegasi Utusan Khusus Presiden Republik Korea, Cho Jeong-Sik, Seo Young-Kyo, dan Lee Jae-Gang di Gedung DPR, Senayan pada Selasa (12/8/2025).

Puan menyebut kunjungan utusan khusus Presiden Korea, Lee Jae-Myung, sebagai sebuah kehormatan dan berharap hubungan bilateral kedua negara semakin berkembang positif serta bermanfaat bagi rakyat di kedua negara.

"Tentunya saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Presiden Republik Korea yang baru, Yang Mulia Presiden Lee Jae-Myung,” ujar Puan.

“Saya berharap di bawah kepemimpinan beliau, Republik Korea semakin maju dan kemajuannya berdampak positif bagi stabilitas di Kawasan Asia Timur," imbuhnya.

Puan juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama di bidang demokrasi, hak asasi manusia, dan rule of law, terutama di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

“Kedua negara juga perlu memajukan kerja sama internasional, dan mendorong penyelesaian perang dan konflik. Kita harus bersama mengubah wajah dunia yang ditandai perang di berbagai wilayah menjadi dunia yang damai,” ungkap Puan.

Menurutnya, sebagai sesama negara ekonomi terbesar dunia anggota G20, Indonesia dan Korea perlu berkolaborasi memajukan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan.

"Di samping itu, melalui ASEAN+3 (Korea, Jepang, RRT), Indonesia dan Republik Korea juga dapat bekerja sama untuk memajukan pembangunan di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur," sebut Puan.

Minta Korea Perkuat Perlindungan PMI

Puan kemudian menekankan pentingnya perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan.

"PMI di Korea adalah para pekerja yang memiliki semangat tinggi untuk bekerja dan produktif. Sehingga mereka tentu akan berkontribusi positif bagi ekonomi Korea," kata Puan.

Puan meminta Majelis Nasional Korea untuk mendukung upaya perlindungan PMI, terutama di sektor perikanan, yang menjadi salah satu poin pembahasan dalam perpanjangan Memorandum of Understanding (MOU) Employment Permit System (EPS) antara Indonesia dan Korea.

Saat ini, perpanjangan MOU tersebut belum disepakati lantaran pihak Korea keberatan dengan elemen perlindungan pekerja perikanan. Maka dari itu, Puan berharap, para PMI mendapat perlakuan yang baik, dengan hak dan kewajiban yang dipenuhi selama tinggal di Korea.

“Saya harapkan dukungan dari Majelis Nasional Korea untuk upaya perlindungan PMI yang bekerja di Korea,” tuturnya.

Kerja Sama di Tingkat Legislatif

Di tingkat legislatif, kata Puan, DPR RI dan Majelis Nasional Korea juga aktif bekerja sama melalui Inter-Parliamentary Union (IPU) dan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA).

Bahkan, DPR RI juga telah membentuk Kelompok Persahabatan Bilateral Parlemen (GKSB) dengan Majelis Nasional Korea pada masa jabatan 2024-2029.

Karenanya, Puan berharap, diplomasi parlemen kedua negara juga ikut berkontribusi dalam memperkuat hubungan Indonesia-Korea, terutama hubungan antar masyarakat yang diwakili dewan.

"Saya telah menerima informasi bahwa pertemuan Ketua Parlemen MIKTA mendatang akan diadakan di Seoul, 12 November 2025. Saya merencanakan akan hadir pada pertemuan tersebut," kata politisi PDI Perjuangan itu.

Lebih lanjut, perdagangan bilateral kedua negara pada 2024 tercatat sebesar US$ 20,13 miliar. Puan optimistis angka tersebut akan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12 persen pada triwulan II 2025.

"Saya berharap arus perdagangan akan meningkat secara besar tahun ini dan di masa mendatang," tandas Puan.

Hubungan Antar Masyarakat Indonesia-Korea

Puan turut mendorong peningkatan hubungan antar masyarakat (people to people contact) antara Indonesia dan Korea, melalui pertukaran pelajar, beasiswa, kolaborasi riset, serta kegiatan pariwisata dan budaya.

Menurut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu, langkah tersebut dapat mempererat hubungan kedua negara.

"Tentunya akan sangat dihargai jika lebih banyak beasiswa bagi mahasiswa atau pelajar Indonesia yang akan belajar ke Korea," ucap Puan.

"Pariwisata dan kegiatan pertukaran budaya juga kiranya dapat terus ditingkatkan dalam meningkatkan hubungan antar masyarakat. Kedua kegiatan ini merupakan aktivitas yang berguna dalam memperkenalkan budaya masing-masing negara," sambungnya.

Di sisi lain, Puan menyampaikan kekhawatiran DPR RI atas potensi eskalasi ketegangan di Semenanjung Korea. Dia menegaskan, Indonesia konsisten mendorong terciptanya stabilitas dan kawasan bebas senjata nuklir.

"Indonesia mendorong para pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghindari eskalasi ketegangan di kawasan," ujar cucu Bung Karno tersebut.

Puan mengakhiri pertemuan dengan ucapan terima kasih atas kunjungan delegasi, serta menitipkan salam untuk Presiden Korea Lee Jae-Myung. Dia berharap pertemuan itu bermanfaat bagi masa depan hubungan bilateral Indonesia-Korea.

"Saya berharap kunjungan bapak ibu ke Jakarta kali ini dapat berjalan lancar dan bermanfaat bagi hubungan kedua negara di masa depan," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6