Megawati Singgung Kasus Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior: Perasaan Sakit Sekali

Megawati Soekarnoputri menyinggung kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo. Peristiwa seperti ini adalah luka kemanusiaan yang sama sekali tidak boleh diabaikan.

Diperbarui 12 Agustus 2025, 11:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Megawati menyoroti kasus kematian Prada Lucky, diduga dianiaya senior TNI.
  • Megawati merasa sakit hati, menekankan peri kemanusiaan dan nilai Pancasila.
  • Dua puluh tersangka, termasuk perwira, ditahan terkait kematian Prada Lucky.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tiba-tiba menyinggung kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo. Prada Lucky meninggal diduga dianiaya seniornya di barak TNI.

Hal ini disampaikan Megawati dalam acara peluncuran Buku ‘Naskah Sumber Arsip Dasar Negara Volume I: Masa Sidang Pertama BPUPK 29 Mei-1 Juni 1945’ dan Peresmian Serambi Pancasila di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Senin (11/8/2025).

“Kalau saya lihat di TV, seorang ibu kemarin ada anaknya, kalau tidak salah, Prada apa ya? Yang meninggal?” tanya Megawati kepada para tamu undangan. 

“Prada Lucky,” jawab tamu undangan yang hadir

 

Megawati: Sakit Sekali

Megawati mengetahui dan merasakan betul kepedihan keluarga korban. Peristiwa seperti ini adalah luka kemanusiaan yang sama sekali tidak boleh diabaikan. Dia menyebut, ikut sakit hati dengan peristiwa yang dialami Prada Lucky. 

“Nah, saya juga tahu. Apa perasaan kalian? Tentu sakit sekali. Kalau itu terjadi pada kalian, itulah namanya peri kemanusiaan, saudara-saudara yang terhormat. Ingat, jangan dilecehkan yang namanya Pancasila,” ungapnya.

Dia menilai, generasi muda sering kali melupakan perjuangan dan pengorbanan para pemimpin terdahulu. Megawati mencontohkan, ketika berbicara tentang kemerdekaan, banyak anak muda yang kerap mempertanyakan relevansinya.

“Banyak anak muda selalu mengatakan, untuk apa sih Ibu ngomongnya merdeka-merdeka? Kalian tidak merasakan betapa penderitaan kita,” kata Megawati.

20 Orang Tersangka

Kasus penganiayaan senior kepada junior berujung maut di internal TNI masih terjadi. Terbaru adalah meninggalnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23). 

Korban meninggal setelah diduga dianiaya oleh sejumlah seniornya di barak Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Prada Lucky baru dua bulan berdinas setelah dilantik. Dia meninggal dunia pada Rabu, 6 Agustus 2025, setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan 20 orang jadi tersangka, dalam dugaan kasus penganiayaan yang mengakibatkan Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23) meninggal dunia.

"Sudah 20 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan," kata Piek kepada wartawan di Kupang, Senin (11/8). 

Dari 20 orang tersangka tersebut, salah satunya adalah seorang perwira yang diduga terlibat penganiayaan, sehingga Prada Lucky meninggal dunia.

Saat ini, ujar dia, proses pemeriksaan masih terus berlanjut, di mana tidak hanya melibatkan Detasemen Polisi Militer (Denpom) tetapi juga dari Kodam Udayana untuk mengungkap kasus tersebut.

Sebagai seorang pimpinan TNI di wilayah Kodam IX/Udayana, Pangdam Udayana mengaku kehilangan prajurit muda. Dia juga menyesalkan kejadian tersebut, dia mengaku akan menindak tegas sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku.

"Kejadian ini, saya sesalkan dan saya sebagai Pangdam IX/Udayana sekaligus atasan langsung, di satuan ini atas peristiwa ini saya akan laksanakan tugas sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku," tambah dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6