Megawati Ingatkan PDIP Jateng: Jangan Mempermalukan Saya Lagi

Megawati menyampaikan hal itu setelah meminta para kader dari PDIP Jawa Tengah berdiri untuk menampakkan diri di tengah-tengah Kongres ke-6 PDIP

Diperbarui 04 Agustus 2025, 07:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Megawati ingatkan PDIP Jateng agar tidak mempermalukan, fokus kerja nyata.
  • Loyalitas kader diukur dari aksi nyata, bukan retorika semata.
  • PDIP bukan alat cari kuasa/kaya, kader harus setia instruksi partai.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah (Jateng) tidak lagi mempermalukan dirinya, sebab sebelumnya PDIP kerap memenangkan pemilu di Jawa Tengah.

Dia menyampaikan hal itu setelah meminta para kader dari PDIP Jawa Tengah berdiri untuk menampakkan diri di tengah-tengah Kongres ke-6 PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Sabtu (2/8).

"Awas lho, jangan memalukan saya lagi lho. Ah, nggak usah teriak-teriak. Yang penting kerjaan. Itu adalah arahan saya," kata Megawati seperti dilansir Antara.

Dia pun menceritakan bahwa dirinya mulai berkiprah di partai politik ketika masuk ke Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di tahun 1986. Setelah itu, dia pun masuk ke parlemen menjadi anggota DPR RI pada tahun berikutnya.

"Tiga kali berturut, menang terus. Jawa Tengah," kata dia.

Dia menekankan bahwa loyalitas sejati seorang kader tidak diukur dari kepiawaian berbicara, melainkan dari kesediaan untuk turun langsung menyatu dengan rakyat.

“Saya tidak butuh kader yang hanya pandai beretorika. Saya butuh kader yang rela turun ke bawah, ke akar rumput,” kata Presiden ke-5 Republik Indonesia itu.

Menurut dia, arah konsolidasi partai ke depan tidak boleh terjebak dalam pencitraan atau politik populis, melainkan harus berakar pada kerja kerakyatan dan pembumian ideologi.

“Menyatu dengan rakyat dan menegakkan garis-garis ideologi banteng,” katanya.

 

Megawati: Jangan Jadikan PDIP Arena Cari Kekuasaan dan Kekayaan Pribadi

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan seluruh kader tidak dijadikan partai sebagai alat untuk meraih kekuasaan atau kekayaan pribadi. Megawati menegaskan pentingnya kehadiran kader partai di tengah rakyat dalam setiap kerja politik.

“Selalu jalankan instruksi saya dengan penuh kesetiaan. Kalau tidak siap, lebih baik mundur secara kesatria,” kata Megawati di depan ribuan peserta Kongres VI PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Sabtu (2/8/2025).

“Jangan jadikan partai ini arena untuk terus-menerus mencari kekuasaan dan kekayaan pribadi,” tegas dia.

Megawati juga menekankan loyalitas sejati seorang kader tidak diukur dari kepiawaian berbicara, melainkan dari kesediaan untuk turun langsung menyatu dengan rakyat.

“Saya tidak butuh kader yang hanya pandai beretorika. Saya butuh kader yang rela turun ke bawah, ke akar rumput,” ujar Megawati.

Menurut Megawati, arah konsolidasi PDIP ke depan tidak boleh terjebak dalam pencitraan atau politik populis, melainkan harus berakar pada kerja kerakyatan dan pembumian ideologi.

“Menyatu dengan rakyat dan menegakkan garis-garis ideologi banteng,” tambahnya.

Presiden ke-5 RI ini menambahkan, eksistensi PDIP sebagai partai ideologis hanya bisa dijaga oleh kader-kader yang militan, menyatu dengan rakyat, dan taat pada disiplin partai.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6