FORNAS VIII Resmi Dibuka di NTB, 18 Ribu Peserta Ramaikan Ajang Olahraga Rakyat

Sebanyak 12.378 penggiat pertandingan, 3.870 ofisial dan perangkat pertandingan, serta 74 induk organisasi olahraga masyarakat (Inorga) turut bertanding.

Diperbarui 27 Juli 2025, 11:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) ke-VIII resmi dibuka di halaman Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Mataram, Sabtu malam (26/7/2026). Ajang olahraga masyarakat terbesar di Indonesia ini berlangsung meriah dan semarak dengan mengusung tema “Kalah Menang Semua Senang, Bersatu dalam Sehat, Menunjukkan Indonesia Lebih Bugar dan Gembira”.

Acara ini diikuti lebih dari 18.000 peserta dan pendamping dari berbagai penjuru Indonesia. Sebanyak 38 kontingen dari seluruh provinsi hadir dan berpartisipasi dalam 847 nomor pertandingan yang diselenggarakan.

Sebanyak 12.378 penggiat pertandingan, 3.870 ofisial dan perangkat pertandingan, serta 74 induk organisasi olahraga masyarakat (Inorga) turut bertanding. Selain itu, terdapat 13 Inorga yang tampil sebagai ekshibisi dan 3 Inorga undangan khusus dari Gubernur NTB.

Ketua Panitia Penyelenggara FORNAS VIII, Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi merupakan gerakan kebugaran dan persatuan nasional.

“Ketika tubuh bergerak dalam semangat, jiwa ikut bergetar dalam sukacita. Ketika bangsa merayakan kebugaran, sesungguhnya kita sedang membangun kejayaan,” ujarnya dalam sambutan.

Ajang ini juga memberi dampak signifikan bagi perekonomian lokal. Menurut laporan panitia, perputaran ekonomi lokal selama penyelenggaraan FORNAS VIII diperkirakan menembus angka Rp800 miliar.

Sektor perhotelan, transportasi, logistik, UMKM, hingga kuliner lokal turut menikmati manfaat dari kedatangan ribuan peserta. Tak hanya itu, lebih dari 9.500 lapangan kerja sementara juga tercipta di berbagai sektor, baik formal maupun informal.

 

Ajang Olahraga yang Menyatu dengan Budaya dan Ekologi

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa FORNAS VIII menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa olahraga masyarakat dapat bersanding harmonis dengan budaya dan ekologi lokal.

Ia menyoroti keberagaman acara dalam FORNAS, mulai dari pertunjukan seni daerah hingga pameran komunitas dan kuliner khas Sasak, Samawa, dan Mbojo yang ditampilkan secara meriah.

“Olahraga masyarakat bisa berjalan seiring dengan budaya dan lingkungan. Ini bukan hanya soal venue dan fasilitas, tapi juga tentang senyuman masyarakat, keramahan budaya, dan pelayanan terbaik yang menjadi identitas NTB sebagai destinasi wisata dunia,” ujar Iqbal.

Iqbal juga menyebut FORNAS VIII sebagai pemanasan menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTB dipercaya menjadi tuan rumah bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua KORMI Nasional, Adil Hakim, menekankan bahwa FORNAS adalah puncak dari gerakan nasional menuju Indonesia yang aktif dan sehat. Ia menyoroti fakta bahwa 55 persen masyarakat Indonesia berusia 10–60 tahun masih masuk dalam kategori kebugaran buruk. Oleh sebab itu, menurutnya, FORNAS adalah instrumen perubahan sosial yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.

“Bagi KORMI, ini bukan soal juara, tapi soal promosi gaya hidup sehat, sportivitas, dan semangat inklusi,” katanya.

Saat ini, KORMI telah membawahi 105 induk organisasi olahraga masyarakat yang tersebar di seluruh provinsi.

 

Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang hadir bersama istrinya, Annisa Pohan, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan FORNAS VIII di NTB. Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa kesehatan masyarakat menjadi salah satu indikator utama kesejahteraan bangsa.

“Salah satu indikator rakyat sejahtera adalah masyarakat yang sehat, bugar, dan gembira,” ujarnya.

Ia memberikan penghargaan kepada Ketua KORMI Nasional Adil Hakim dan seluruh jajaran, Ketua Panitia FORNAS VIII Ibnu Riza Pradipto beserta tim, serta seluruh kontingen dari provinsi se-Indonesia yang telah hadir dan memeriahkan perhelatan olahraga ini.

“Salam KORMI: Sehat, Bugar, Gembira, Luar Biasa!” seru AHY di tengah sorak-sorai peserta yang memadati area pembukaan.

Pembukaan yang Meriah dan Simbolis

Seremoni pembukaan ditandai dengan defile megah dari 38 kontingen provinsi. Provinsi-provinsi seperti Aceh, Sumatra Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Papua Pegunungan mengirimkan perwakilan terbaiknya. Tuan rumah NTB pun tampil penuh kebanggaan menampilkan budaya lokal di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan.

Puncak seremoni dibuka secara simbolis dengan penyerahan anak panah dari Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, kepada Arum Nazlus Shobah, atlet panahan berkuda muda yang telah mengharumkan nama Indonesia di level internasional.

Selain AHY dan Taufik Hidayat, acara pembukaan juga dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Mendagri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti, sejumlah anggota DPR RI dari Dapil NTB, Ketua KORMI Nasional Adil Hakim, serta unsur pimpinan KORMI dari berbagai daerah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6