Update Gempa Bumi Mag 6.0 di Poso, Guncangan Susulan Terjadi di Tiga Kecamatan

Akris menambahkan bahwa tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sebagian warga memilih belum kembali ke rumah karena masih terjadi gempa susulan.

Diperbarui 25 Juli 2025, 14:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gempa M 6.0 guncang Poso, Sulteng, 25 Juli 2025, pukul 21.06 WITA.
  • Tiga rumah warga rusak ringan di Pamona Tenggara, Selatan, dan Tindoli.
  • Gempa tidak berpotensi tsunami, masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada.

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6.0 mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Rabu, 25 Juli 2025 pukul 21.06 WITA. Akibatnya, tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan di sejumlah kecamatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Akris Fattah Yunus, mengatakan bahwa data kerusakan masih bersifat sementara.

Saat ini, tim reaksi cepat (TRC) BPBD masih melakukan asesmen di lapangan.

“Tiga rumah warga mengalami rusak ringan, khususnya dinding rumah yang jebol akibat guncangan gempa. Lokasinya tersebar di Kecamatan Pamona Tenggara, Pamona Selatan, dan Tindoli,” ujar Akris dalam keterangan di Palu, Kamis (25/7/2025).

Akris menambahkan bahwa tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sebagian warga memilih belum kembali ke rumah karena masih terjadi gempa susulan.

“Tim kami terus melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan BPBD Poso serta pemerintah desa setempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” ujarnya.

 

Tidak Memicu Tsunami

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat, tepatnya pada koordinat 2,01° Lintang Selatan dan 120,78° Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tergolong dangkal dan tidak berpotensi tsunami.

“Gempa ini tidak memicu tsunami. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik,” kata Akris.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki jenis pergerakan geser (strike-slip).

“Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah,” jelas Daryono dalam keterangan tertulis yang diterima di Palu.

Ia menyebut, intensitas gempa di Poso, Kolonodale (Morowali Utara), dan Mangkutana mencapai skala IV–V MMI, artinya dirasakan oleh hampir seluruh penduduk. Di daerah Palopo, Toraja, Mappadeceng (Sulsel), dan Bungku (Morowali) guncangan berada pada skala III–IV MMI.

Minta Masyarakat Waspada

Sementara itu, di Kota Palu, gempa dirasakan pada skala II–III MMI, dan di wilayah Mamuju, Malunda, serta Pasangkayu (Sulawesi Barat), guncangan berada pada skala III MMI.

“Getaran terasa oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang,” kata Daryono.

BPBD dan BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6