Puan Maharani Dorong Hari Anak Nasional 2025 Jadi Momentum Nyata, Wujudkan Anak Bebas Kekerasan dan Stunting

Puan menyoroti masih tingginya angka kekerasan, bullying, hingga kasus stunting yang dialami anak-anak di berbagai wilayah.

Diterbitkan 23 Juli 2025, 06:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • HAN 2025 harus jadi momentum perkuat perlindungan anak Indonesia.
  • Kekerasan anak tinggi (5.574 kasus), sistem perlindungan lemah.
  • Stunting bentuk kekerasan struktural, intervensi gizi perlu digencarkan.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyerukan agar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 menjadi momentum nyata untuk memperkuat perlindungan terhadap anak-anak Indonesia.

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional 2025 harus menjadi momentum nyata untuk memperkuat perlindungan terhadap anak Indonesia.

Ia menyoroti masih tingginya angka kekerasan, bullying, hingga kasus stunting yang dialami anak-anak di berbagai wilayah.

“Jutaan anak Indonesia hari ini masih hidup dalam ketidakpastian, mengalami kekerasan, mengalami stunting, tidak mendapat pendidikan berkualitas, dan minim perlindungan sosial," kata Puan dalam keterangan resminya, Selasa (22/7/2025).

"Persoalan ini harus segera dijawab dengan kebijakan yang nyata,” tambahnya.

Mengacu pada data Pusiknas Bareskrim Polri, tercatat 5.574 kasus kekerasan terhadap anak terjadi hingga April 2025.

Menurut Puan, tingginya kasus tersebut mencerminkan lemahnya sistem perlindungan anak, terutama di daerah yang belum memiliki unit layanan anak maupun sistem pelaporan yang terintegrasi.

Selain itu, Puan juga menilai bahwa stunting merupakan bentuk kekerasan struktural terhadap anak yang sering diabaikan. Ia menyebut anak-anak yang tumbuh dengan gizi buruk berisiko kehilangan potensi kognitif dan sosial.

“Pemerintah harus memastikan keadilan gizi dan kesejahteraan anak dari sejak dalam kandungan. Sebab anak-anak yang stunting hari ini akan sangat sulit menjadi generasi unggul esok hari,” ujar mantan Menko PMK tersebut.

 

Intervensi

Ia mendorong intervensi menyeluruh mulai dari penyediaan pangan bergizi yang terjangkau, edukasi gizi keluarga, hingga pemerataan layanan kesehatan ibu dan anak, khususnya di daerah tertinggal.

Tak hanya itu, Puan juga menyoroti lingkungan yang tidak aman bagi anak di luar sekolah, termasuk paparan konten digital yang tidak ramah anak.

Ia pun mendorong pelatihan wajib bagi guru, tenaga medis, hingga perangkat desa untuk meningkatkan perlindungan dan kesehatan jiwa anak.

“Anak-anak perlu dilibatkan dalam forum musyawarah pembangunan desa/kota untuk menjamin hak partisipasi mereka,” ucap Puan.

 

Dorong Isu

Politisi perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI itu juga menegaskan bahwa DPR akan terus mendorong isu anak dalam setiap kebijakan nasional melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran.

“Selamat Hari Anak Nasional 2025 untuk semua anak Indonesia. Semua anak berarti, semua anak berharga, dan semua anak pasti akan berperan dalam pembangunan. Mari kita jaga anak-anak kita,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6