Ibu dan Anak Enita Adyalaksmita-Adya Laksmana, Berhasil Raih Gelar Doktor Hukum Bersama

Enita Adyalaksmita dan Mohamad Adya Laksmana Sudradjat, sosok ibu dan anak yang berhasil menorehkan prestasi lulus program doktoral dari salah satu kampus di Jakarta.

Diperbarui 18 Juli 2025, 13:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kekompakan terlihat dari torehan prestasi anak dan ibu yang lulus program doktoral dari salah satu kampus di Jakarta. Keduanya adalah Mohamad Adya Laksmana Sudradjat dan Enita Adyalaksmita yang berhasil lulus di Universitas Borobudur.

Enita berhasil melalui sidang terbuka promosi doktor di bidang Ilmu Hukum Universitas Borobudur pada Kamis 10 Juli 2025 lalu.

Enita merupakan mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum dari angkatan 23 yang berhasil meraih gelar Doktor setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul 'Model Rekrutmen Advokat Yang Berintegritas Bagi Organisasi Advokat Guna Memberikan Kepastian Hukum Dan Keadilan'.

Dalam sidang terbuka, Enita yang merupakan Ketua Umum Himpunan Advokat/Pengacara Indonesia ini menjelaskan, penelitian yang dibuatnya merupakan suatu penelitian yang bersifat urgensi bagi calon advokat.

"Secara das sein (fakta dan realita) didapat bahwa sistem rekrument calon advokat dari masing-masing Organisasi Advokat terjadinya gap atau ketimpangan kualitas dan competency baik hard competency dan soft competency, tidak terbatas pada berbagai ilmu hukum dan ilmu lainnya sebagai aset penting dan capital intangible yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan hak dan kewajiban sebagai Advokat tatkala sudah memperoleh sumpah dan janji advokat dari Pengadilan Tinggi setempat," papar Enita, melalui keterangan tertulis, Kamis (17/7/2025).

Dalam penelitian tersebut, Enita menggunakan teori keadilan yang dikembangkan oleh Aristoteles, teori kepastian hukum yang dikembangkan oleh Gustav Radbruch, dan teori kemanfaatan yang dikembangkan oleh Jeremy Bentham.

"Hasil penelitian ini menunjukan pertama, Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) perlu diakui, oleh karena belum ada lembaga yang menaungi Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum. Kedua, Standar rekrutmen advokat yang berlaku saat ini diatur oleh masing-masing organisasi advokat yang ada," ucap dia.

"Dalam perspektif keadilan korektif, rekrutmen advokat terkait pendidikan harus difokuskan pada upaya memperbaiki ketimpangan, ketidakadilan, dan kesalahan sistemik yang telah terjadi dalam akses serta proses pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi calon advokat," sambung Enita.

 

Model Rekrutmen Advokat

Ketiga, lanjut Enita, model rekrutmen advokat yang berintegritas bagi organisasi Advokat guna memberikan kepastian hukum dan keadilan dengan membentuk Lembaga Pendidikan, Pelatihan dan Sertifikasi Advokat Nasional agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

"Sehingga dapat dirasakan asas kemanfaatannya secara nasional bagi advokat, oleh karena kurikulum materi sudah berstandar nasional," kata dia.

"Di dalam Lembaga Pendidikan, Pelatihan dan Sertifikasi Advokat Nasional tersebut terdapat instrukturinstruktur yang terdiri dari para advokat senior, akademisi, tokoh masyarakat dan pemerintah dalam lembaga tersebut," jelas Enita.

Enita Adyalaksmita lulus dibawah bimbingan dari Faisal Santiago selaku Promotor dan Binsar Jon Vic, S.H., M.M. selaku Ko Promotor.

Untuk diketahui sebelumnya, Mohamad Adya Laksmana Sudradjat merupakan angkatan 24 dari program doktoral Ilmu Hukum Universitas Borobudur.

Owner Laksmindo Organizer & Suppliers serta Enita, Adya & Partners yang baru saja menjadi dosen program studi Magister Hukum salah satu universitas swasta ini, telah menjalani sidang tebuka pada 18 Oktober 2024 lalu.

Adya Laksmana berhasil meraih gelar Doktor setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul Model Penerapan Pemenuhan Kuota TenagaKerja Penyandang Disabilitas Di Perusahaan Badan Usaha Milik Negara Indonesia'.

Adya Laksmana mendapatkan apresiasi dari para penguji karena berhasil mendapatkan Ipk 3,83 dan lulus diusia muda. Adya lulus di bawah bimbingan dari Faisal Santiago selaku Promotor dan Megawati Barthos selaku Ko Promotor.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6