Prabowo-Presiden Brasil Serukan Solusi Damai dan Reformasi PBB

Prabowo Subianto menghargai komitmen Brasil mendorong gencatan senjata di Gaza.

Diperbarui 10 Juli 2025, 11:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva membahas soal isu geopolitik dunia, salah satunya konflik di Ukraina dan Gaza. Prabowo menegaskan dukungan Indonesia terhadap pendekatan Brasil dalam mendorong penyelesaian damai di wilayah konflik.

Mengenai Ukraina, Prabowo menyatakan dukungannya terhadap gagasan Brasil terkait peran kelompok sahabat untuk mendorong gencatan senjata yang nyata. Dia juga menghargai komitmen Brasil mendorong gencatan senjata di Gaza.

"Mengenai Timur Tengah, sekali lagi kami sangat menghargai pendirian kuat Anda mengenai perlunya gencatan senjata segera di Gaza," kata Prabowo saat memberikan pernyataan pers bersama usai bertemu Presiden Lula di Istana Kepresidenan Brasil, Brasilia, dikutip dari siaran pers, Kamis (10/7/2025).

"Dan juga bahwa satu-satunya solusi adalah solusi dua negara dan kami sangat menghargai pendirian kuat Anda untuk ini," sambungnya.

Menurut dia, Indonesia dan Brasil memiliki keselarasan pandangan dalam berbagai isu geopolitik global. Khususnya, terkait upaya penyelesaian konflik serta reformasi tata kelola internasional.

"Dalam situasi geopolitik internasional saat ini, kami sepenuhnya sejalan dengan pemikiran Presiden Lula, dan saya berharap kita dapat terus mengoordinasikan sejumlah inisiatif penting yang perlu kita ambil bersama," tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan dukungannya terhadap agenda reformasi tata kelola global khususnya dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia menekankan pentingnya peningkatan representasi negara-negara besar baru di dunia internasional.

"Saya pikir kita harus memainkan peran yang lebih bertanggung jawab dan memimpin, dan saya pikir kita harus menggabungkan upaya kita, menyatukan suara kita untuk mendorong reformasi ini bersama negara-negara lain seperti India, Afrika Selatan, Mesir, Nigeria, Jerman, Jepang, dan Meksiko," jelas Prabowo.

Prabowo Undang Presiden Brasil ke Indonesia, Ingin Rayakan Ulang Bersama Oktober 2025

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengundang Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva berkunjung ke Indonesia pada Oktober 2025. Selain membahas sejumlah hal penting, Prabowo ingin merayakan ulang tahun bersama Presiden Lula.

Prabowo dan Presiden Lula sama-sama berulang tahun di bulan Oktober. Prabowo berulang tahun pada 17 Oktober, sementara Presiden Lula 27 Oktober.

"Saya menantikan kunjungan Presiden Lula ke Indonesia tahun ini di bulan Oktober karena kami memiliki hari ulang tahun yang hampir sama. Bulan Oktober juga hampir sama, dan saya ingin merayakan ulang tahun Presiden Lula di Indonesia," kata Prabowo saat bertemu Presiden Lula di Istana Kepresidenan Brasil, Brasilia, Rabu 9 Juli 2025.

Pada Oktober 2025 nanti, dia menyebut Presiden Lula akan genap berusia 80 tahun. Sedangkan, Prabowo berusia lebih muda yakni, 74 tahun.

"Tetapi, kata orang, 80 tahun hari ini sama seperti 60 tahun beberapa tahun yang lalu. Jadi, saya harap saya yakin bahwa kita akan melihat Presiden Lula aktif di panggung dunia untuk waktu yang lama," tuturnya.

 

Apresiasi Sambutan Hangat Presiden Brasil

Di sisi lain, Prabowo menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Presiden Lula yang telah menyambut kedatangannya ke Brasilia dengan hangat. Ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama Prabowo ke Brasilia usai resmi menjadi Presiden RI.

"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Presiden Lula atas sambutan hangat dan upacara terhormat yang menyambut saya di kunjungan kenegaraan pertama saya ke Brasil, kunjungan pertama saya ke ibu kota Anda yang indah, Brasilia," tutur Prabowo.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6