Liputan6.com, Jakarta Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan pokok di wilayahnya. Dalam kunjungannya ke Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Kantor Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Senin (7/7), Luthfi memperingatkan keras pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara menimbun bahan pokok.
"Satgas Pangan provinsi kita sudah kerja sama dengan Polda. Saya imbau masyarakat jangan coba-coba menimbun bahan pokok, karena itu nanti bisa terkena sanksi terkait pidana," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa praktik penimbunan secara tegas dilarang oleh undang-undang. Untuk itu, operasi pengawasan akan terus digencarkan oleh Satuan Tugas Pangan yang melibatkan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kepolisian Daerah Jawa Tengah.
Advertisement
"Penimbunan kan dilarang. Nanti akan kami lakukan operasi-operasi dari satgas pangan kita dengan Polda," tandasnya.
Satgas Pangan, lanjut Luthfi, telah bekerja dari level provinsi hingga kabupaten/kota. Mereka bertugas melakukan pengamatan, pendataan, hingga penindakan bila ditemukan pelanggaran. Bila ada pihak yang terbukti menimbun kebutuhan pokok, proses hukum akan menjadi ranah kepolisian.
Ditekankan pula bahwa tidak boleh ada pihak yang menahan pasokan bahan pangan, apalagi saat masyarakat sedang sangat membutuhkannya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5275645/original/020314800_1751887187-1000985603.jpg)
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Luthfi turut meninjau langsung kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap fluktuasi harga bahan pokok. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di sebelas kabupaten/kota dan bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan inflasi.
Melalui program ini, pemerintah memberikan subsidi harga terhadap berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula, hingga cabai. Pelaksanaan GPM melibatkan pelaku usaha pangan dari berbagai sektor mulai dari BUMN, BUMD, gapoktan, poktan, hingga pelaku swasta lainnya.
Intervensi ini bukan hanya bertujuan untuk memberikan harga terjangkau kepada konsumen, namun juga untuk memangkas panjangnya rantai distribusi.
Komoditas yang dijual dalam GPM antara lain Beras 10 ton, harga normal Rp13.500/kg, disubsidi Rp2.500/kg menjadi Rp11.000/kg; Minyak Goreng 2.000 liter, harga normal Rp18.000/liter, disubsidi Rp4.000/liter, menjadi Rp14.000/liter; Telur Ayam Ras 1 ton, harga normal Rp28.000/kg, disalurkan dengan harga Rp24.000/kg. Kemudian ada Gula Pasir 500 kg, harga normal Rp17.500/kg, disalurkan dengan harga Rp15.000/kg; Bawang Putih 250 kg, harga normal Rp36.000/kg, disalurkan dengan harga Rp28.000/kg; Bawang Merah, harga normal Rp50.000/kg, disalurkan dengan harga Rp40.000/kg; dan Cabai Rawit Merah, harga normal Rp50.000/kg, disalurkan dengan harga Rp30.000/kg.
"Kegiatan ini adalah dengan memberikan bahan pokok murah atau subsidi. Intervensi pemerintah ini dalam rangka penetrasi harga agar terjangkau oleh masyarakat, kemudian inflasi kita bisa dijaga," jelasnya didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari dan Bupati Purworejo.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5275644/original/091355200_1751887161-1000985601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1171883/original/027550000_1458037827-20160315-Hari-ini-BBM-turun-Rp-200-Angga-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502968/original/083878700_1771062335-WhatsApp_Image_2026-02-14_at_1.47.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465379/original/080446200_1767766583-WhatsApp_Image_2026-01-07_at_13.07.22.jpeg)