KKP Kerahkan Kapal Pengawas Orca 05 Angkut Warga Enggano ke Bengkulu

Pengiriman KP. Orca 05 merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Trenggono dengan Gubernur Bengkulu 24 Juni 2025 lalu.

Diperbarui 04 Juli 2025, 09:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KP Orca 05 angkut 28 warga Enggano ke Bengkulu, tiba Kamis pagi.
  • Pengiriman tindak lanjut pertemuan Menteri KKP dan Gubernur Bengkulu.
  • Penumpang diangkut speedboat karena pendangkalan alur pelabuhan Pulau Baai.

Liputan6.com, Jakarta - Kapal Pengawas (KP) Orca 05 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengangkut 28 warga Pulau Enggano ke Kota Bengkulu pada Rabu malam, 2 Juli 2025. Kapal tiba di perairan Bengkulu pada Kamis pagi sekitar pukul 08.30 WIB setelah menempuh pelayaran selama 12 jam.

“Kami sudah mendapat laporan dari Nakhoda KP. Orca 05 bahwa kapal telah tiba di Kota Bengkulu dengan selamat setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 12 jam dari Enggano,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran resmi KKP, Jumat (4/7/2025).

Pengiriman KP. Orca 05 merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Trenggono dengan Gubernur Bengkulu pada 24 Juni lalu. Dalam pertemuan tersebut, Menteri menyatakan kesiapan untuk membantu mobilitas warga pulau ke kota serta mendukung pembangunan wilayah pesisir.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono atau Ipunk, menjelaskan bahwa 28 penumpang terdiri atas 23 orang dewasa dan 5 anak-anak.

Dari jumlah tersebut, 26 merupakan warga Enggano, sementara dua lainnya merupakan perwakilan Muspika yang mendampingi warga.

 

Pendangkalan Laut

Selama pelayaran sejauh 90 mil laut, penumpang mendapat fasilitas berupa selimut, makanan, dan minuman. Mayoritas dari mereka melakukan perjalanan ke Bengkulu untuk keperluan mendesak, seperti berbelanja kebutuhan pokok yang mulai langka di pulau, mengurus pendaftaran sekolah, serta bertemu keluarga.

Setibanya di perairan sekitar Pulau Baai, penumpang tidak dapat langsung turun karena kapal belum bisa bersandar di pelabuhan akibat pendangkalan alur. Proses pemindahan penumpang ke darat dilakukan dengan menggunakan speed boat dari sejumlah instansi.

“Dikarenakan KP. Orca 05 belum bisa sandar di Pelabuhan akibat masih ada pendangkalan alur, maka proses pengangkutan penumpang didukung dengan speed boat dari KSOP, TNI AL, Basarnas, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu,” ujar Kepala Seksi Pengawasan Wilayah, Saiful.

Saat ini, KP. Orca 05 masih disiagakan untuk mendukung kebutuhan transportasi warga Enggano dari dan ke Kota Bengkulu. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6