BUMN Hadirkan Vending Machine Berisi Produk UMK di Toba dan Bajo

Ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal berbasis digital.

Diperbarui 02 Juli 2025, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pelindo dan ASDP hadirkan vending machine UMK di Pelabuhan Ajibata.
  • Program TJSL BUMN ini berdayakan ekonomi lokal berbasis digital.
  • Data penjualan jadi strategi pembinaan dan peningkatan kualitas UMK.

Liputan6.com, Jakarta - Pelabuhan Ajibata, Danau Toba, Sumatera Utara kini memiliki vending machine berisi produk usaha mikro dan kecil (UMK). Kehadiran mesin tersebut bersumber dari inisiatif bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

"Ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal berbasis digital," kata Direktur SDM dan Umum Pelindo, Dwi Fatan Lilyana, seperti dikutip dari keterangan tertulis Rabu (2/7/2025).

Dwi menjelaskan, dalam Program Kolaborasi TJSL BUMN ini, total ada dua vending machine UMK, pertama di Toba dan kedua di Meruorah, Labuan Badjo.Keduanya merupakan percontohan pemanfaatan teknologi otomatis 24 jam untuk memasarkan produk-produk UMKM binaan, yang sebagian besar berasal dari wilayah Toba.

"Lokasi vending machine dipilih di kawasan strategis pariwisata nasional, yakni Pelabuhan Ajibata dan Marina Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk menjangkau arus wisatawan yang tinggi," ungkap Dwi.

"Melalui vending machine, kami memadukan pelayanan publik modern di pelabuhan dengan dukungan konkret bagi pelaku usaha lokal,” imbuhnya. Dia menjelaskan, seluruh transaksi melalui mesin tersebut dilakukan dengan sistem pembayaran digital QRIS. Hal ini akan memudahkan wisatawan melakukan pembelian tanpa kontak fisik.

“Kami tidak hanya menyediakan akses pasar, tetapi juga mendampingi peningkatan kualitas produk UMKM dengan memfasilitasi keberadaan vending machine di lokasi strategis,” ujarnya.

 

Data Jadi Strategi Pembinaan

Senada dengan itu, Asisten Deputi Bidang TJSL Kementerian BUMN, Edi Eko Cahyono memastikan, program dijalankan bukan sekadar kegiatan seremonial. Sebab melalui vending machine maka data penjualan dan minat konsumen di tempat tertentu dan dalam kurun waktu tertentu akan terekam.

"Data ini akan kami jadikan dasar sebagai strategi pembinaan ke depan. Program ini harus punya dampak nyata,” optimisi Edi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6