Panglima TNI Ungkap Strategi Pertahanan Indonesia Terkait Kondisi Global yang Memanas

Menurut Agus, hal tersebut harus dilakukan mengingat mulai bermunculan kekuatan-kekuatan militer yang lahir dari konflik yang saat ini sedang terjadi.

Diterbitkan 20 Juni 2025, 02:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menekankan pentingnya memperkuat pertahanan dan kedaulatan negara sebagai respons terhadap kemunculan kekuatan militer baru akibat konflik global.
  • Indonesia perlu menyusun strategi kebijakan luar negeri dan pertahanan yang proaktif berdasarkan prinsip politik bebas aktif, termasuk membangun kerja sama militer dengan negara sahabat untuk meningkatkan stabilitas keamanan regional.
  • TNI harus mengantisipasi setiap perubahan global yang berpotensi mempengaruhi stabilitas nasional dan mempertimbangkan langkah-langkah lain jika diplomasi militer tidak cukup efektif, terutama dengan memanasnya konflik antara Iran dan Israel.

 

Liputan6.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan TNI harus memperkuat pertahanan dan kedaulatan negara untuk mengantisipasi dampak konflik yang sedang terjadi di luar negeri.

Menurut Agus, hal tersebut harus dilakukan mengingat mulai bermunculan kekuatan-kekuatan militer yang lahir dari konflik yang saat ini sedang terjadi.

"Kemunculan kekuatan-kekuatan baru dan meningkatnya ketegangan global menuntut Indonesia untuk menyusun strategi kebijakan luar negeri dan pertahanan yang proaktif dan berdampak jangka panjang," kata Agus kala memberikan kuliah umum kepada 212 Perwira Siswa Dikreg LIII Sesko TNI TA 2025 di Graha Widya Adibrata, Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat dikutip dari Antara, Kamis (19/6/2025)

Agus melanjutkan kebijakan luar negeri dan pertahanan itu harus diambil pemerintah berlandaskan prinsip politik bebas aktif yang dianut Indonesia.

Salah satu kebijakan yang dapat diambil pemerintah, dalam hal ini TNI, yakni membangun kerja sama militer dengan negara sahabat.

 

 

Antisipasi Perubahan Global

Hal itu diyakini Agus dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan negara lain sekaligus meningkatkan stabilitas keamanan negara di kawasan.

Namun, jika diplomasi militer dan kerja sama antar negara tidak cukup ampuh menjaga stabilitas keamanan negara dari dampak konflik, ia menegaskan TNI harus mempertimbangkan langkah lain untuk mengamankan negara.

"Oleh karena itu, TNI dituntut untuk mengantisipasi setiap perubahan global yang berpotensi mempengaruhi stabilitas nasional," jelas Agus.

Untuk diketahui, saat konflik dunia sedang memanas lantaran perang tengah berkecamuk antara Iran dan Israel. Sejak 13 Juni 2025, Israel meluncurkan serangan berskala besar ke Iran dengan mengincar fasilitas nuklir di sejumlah kota Iran dan pusat-pusat komando tinggi militer.

 

Perang Israel Vs Iran

Media Iran melaporkan bahwa hingga Rabu (18/6), jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di Teheran dan wilayah-wilayah lain telah mencapai 585 orang. Sementara sejumlah 1.326 orang lainnya mengalami cedera akibat serangan itu.

Sebagai respons terhadap serangan Israel, militer Iran meluncurkan rudal balistik ke Israel yang mengakibatkan 24 orang tewas dan 500 lainnya cedera.

Indonesia dengan tegas mengutuk serangan Israel terhadap Iran. Tindakan itu merupakan pelanggaran hukum dan melemahkan dasar-dasar hukum internasional.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6