Prabowo Bubarkan Satgas Saber Pungli yang Dibentuk Era Jokowi

Pencabutan itu diatur melalui Perpres RI Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pencabutan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

Diterbitkan 19 Juni 2025, 08:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo Subianto mencabut Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli yang dibentuk pada era Presiden Joko Widodo, melalui Perpres Nomor 49 Tahun 2025 karena dianggap tidak efektif.
  • Perpres Nomor 49 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 6 Mei 2025, menyatakan bahwa Satgas Saber Pungli dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
  • Presiden Prabowo juga menyoroti dan memerintahkan TNI-Polri untuk menindak ormas-ormas yang melakukan pungutan liar terhadap pengusaha, yang mengganggu investasi dan operasional pabrik.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto mencabut aturan tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) yang dibentuk pada era pemerintahan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo.

Dilansir dari Antara, Kamis (19/6/2025), pencabutan aturan tersebut diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pencabutan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

"Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 202), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," bunyi pasal 1 pada Perpres tersebut, dikutip dari laman Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Sekretariat Negara di Jakarta, Kamis (19/6/2025).

Dalam perpres tersebut disebutkan bahwa keberadaan Satgas Saber Pungli sudah tidak efektif sehingga perlu dibubarkan. Perpres Nomor 49 Tahun 2025 itu ditetapkan Presiden Prabowo pada 6 Mei 2025.

Presiden Ke-7 RI Joko Widodo menetapkan Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

Satgas Saber Pungli diyakini akan mampu memberantas praktik pungutan, baik di tingkat pusat maupun daerah, melalui partisipasi aktif masyarakat.

Tindak Ormas yang Pungli Pengusaha

Presiden Prabowo Subianto menyoroti tindakan organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pengusaha. Kepala negara pun memerintahkan TNI-Polri untuk menindak ormas-ormas tersebut.

"Presiden perintahkan untuk tadi perintahkan TNI-Polri untuk melihat seperti itu," kata Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/3/2025).

Eks Menteri Menko Polhukam ini memastikan pemerintah akan memberikan tindakan terhadap ormas-ormas yang melakukan pungli hingga mengganggu jalannya investasi dan operasional pabrik.

"Kita harus tindak hal semacam itu dan nanti dipelajari dengan baik. Pokoknya harus baik," kata Luhut.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6