Tampil di Indo Defence 2025, Perusahaan Ini Pamerkan Produk Lokal dengan TKDN 58 Persen

RCWS Respati tercatat telah mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 58,3%, sebuah capaian signifikan dalam penguatan industri pertahanan nasional.

Diperbarui 12 Juni 2025, 10:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu perusahaan alutsista lokal PT Respati Solusi Rekatama ikut serta menghadiri Indo Defence 2025 Expo & Forum di Jakarta International Expo, Kemayoran. Mengusung semangat kemandirian teknologi nasional, Respati menampilkan produk unggulan mereka, Remote Controlled Weapon Station (RCWS), sistem senjata canggih karya anak bangsa yang telah digunakan oleh satuan TNI AD.

RCWS Respati tercatat telah mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 58,3%, sebuah capaian signifikan dalam penguatan industri pertahanan nasional.

“Melalui produk ini kami ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa. Pameran Indo Defence ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk menyampaikan kepada masyarakat hasil kerja keras semua pihak di belakang layar,” ujar Dhita Yudhistira, Direktur Utama PT Respati Solusi Rekatama, di booth pameran.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Respati, Sandi Rahmat Mandela, S.H., M.H., menegaskan bahwa pencapaian TKDN bukan hanya angka administratif, melainkan representasi dari dedikasi terhadap penguatan teknologi bangsa.

“Kami tidak sedang menciptakan produk untuk bersaing semata, tetapi membangun pondasi kedaulatan. TKDN 58,32% adalah bukti nyata komitmen kami terhadap teknologi nasional, ekonomi lokal, dan masa depan pertahanan Indonesia yang mandiri,” ucapnya.

 

Bangun Ekosistem Teknologi Pertahanan

Keikutsertaan Respati di Indo Defence 2025 menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi strategis dengan BUMN, swasta nasional, hingga mitra internasional. Selama satu dekade terakhir, Respati konsisten membangun ekosistem teknologi pertahanan berbasis digital, serta memperkuat rantai pasok dan pengembangan SDM nasional.

Indo Defence 2025 sekaligus menjadi panggung pembuktian bahwa Indonesia bukan hanya konsumen, tetapi pemain teknologi pertahanan yang strategis dan berdaulat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6