Ketua MA Ingatkan Hakim Berkaca Kasus Surabaya: Mau Jadi Korban Berikutnya?

Menurut Ketua MA Sunarto, dengan perkembangan zaman saat ini, tidak akan bisa leluasa untuk berbuat ilegal. Semua kejadian dapat terekam dengan alat modern yang berkembang cepat.

Diterbitkan 24 Mei 2025, 10:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto memberikan pesan menohok kepada hakim terkakt dengan penggunaan valas atau valuta asing. Hal ini dikatakan saat memberikan pengarahan dalam acara pembinaan di kantor MA RI, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2025).

"Pakai valas (valuta asing). Ketahuan. Walaupun itu kan di jalan-jalan dan di pinggir jalan. Ketahuan. Mereka-mereka itu juga informan bapak-ibu sekalian. Kasus Surabaya ketahuan yang tukar valas," kata Sunarto di Jakarta.

"Apakah bapak ingin menjadi korban seperti itu? Ibu-ibu ingin menjadi korban selanjutnya? tolong pikirkan. 'Pak, kita pakai rupiah saja', Kalau rupiah seberapa besar, seberapa karung yang bapak harus bawa pulang ke rumah. Mau disimpan di mana?," sambungnya.

Menurutnya, dengan perkembangan zaman saat ini, tidak akan bisa leluasa untuk berbuat ilegal. Semua kejadian dapat terekam dengan alat modern yang berkembang cepat.

"Dengan sistem digital yang perkembangan digital sekarang, perkembangan IT sekarang. Kita tidak leluasa untuk berbuat ilegal. Tapi kita leluasa untuk berbuat legal," ujar Sunarto.

 

Cegah Yudisial Corruption

Kemudian, ia pun sempat memberikan contoh terkait dengan penggunaan kamera Closed Circuit Television (CCTV) atau pun tilang elektronik (ETLE).

"Naik mobil, naik motor aja ada CCTV. Kita tahu tilangnya ke rumah. Kita langgar jalur tanpa kita sadari. ada rambu itu garis pembatas. Kita melewati situ tanpa kita sadari. sopir kita, kita tahu ada surat tilang di rumah. Begitu canggihnya sekarang," ungkapnya.

"Untuk itu sekali lagi, mari kita cegah yudisial corruption. Kita tidak usah memikirkan aparat penegak hukum. Bukan urusan kita. Yang penting diri kita, teman kita, teman sekerja, kolega-kolega kita yang ada di kantor. Selamatkan bapak itu sekarang," pungkasnya.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6