Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Provinsi Jakarta resmi membuka lima taman kota selama 24 jam penuh. Kini, taman di Jakarta tak lagi dikunci saat malam tiba.
Muncul ruang-ruang terang bagi berbagai aktivitas warga, dari komunitas yoga, komunitas astronomi, hingga UMKM.
Namun, di balik gagasan besar itu, muncul pertanyaan yang tak bisa dihindari apakah taman kota 24 jam akan tetap menjadi ruang publik yang aman dan tertib, atau justru membuka potensi masalah sosial baru.
Advertisement
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta M Fajar Sauri menerangkan, langkah ini bagian dari mimpi besar Jakarta untuk meningkatkan posisinya dalam indeks kota global.
"Dalam rangka kita menuju kota global, peringkat (kota paling global) kita sekarang ke 34. Diharapkan, bisa turunlah rankingnya, ke- 50. Jadi mengakselerasikan peringkat global ini, salah satu upaya yang kita kembangkan adalah itu tadi," kata M Fajar Sauri saat dihubungi Liputan6.com, Senin (19/5/2025).
Fajar menambahkan pembukaan taman selama 24 jam adalah salah satu langkah nyata dalam merespons visi Gubernur Pramono Anung yang ingin menjadikan taman sebagai ruang hidup yang lebih aktif dan terbuka, siang dan malam.
"Kita coba bagaimana masyarakat bisa hadir di taman," ucap dia.
Â
Â
Memenuhi Standar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4459431/original/044516600_1686284828-Taman-Ecopark-Tebet-merdeka-3.jpg)
Lima taman yang kini dibuka 24 jam adalah Taman Menteng, Lapangan Banteng, Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu.
Kelima taman ini dinilai telah memenuhi standar dasar untuk dapat diakses publik tanpa batas waktu. Selain itu, ketersediaan infrastruktur dasar seperti pencahayaan, pengawasan, serta aksesibilitas dinilai telah mumpuni.
"Jadi lima taman ini sebagai pilot project, launching untuk taman 24 jam. Yang nantinya juga akan menyebar ke wilayah-wilayah lain, ke taman-taman lingkungan, kita akan coba," ujar dia.
Namun, tidak semua ruang hijau akan otomatis beroperasi tanpa batas waktu. Sejumlah taman lingkungan tetap mempertahankan jam operasional terbatas sesuai karakter sosial masyarakat sekitar.
Dia mencontohkan, Taman Tebet Eco Park sejauh ini belum dibuka selama 24 jam karena ada aspirasi dari warga sekitar yang menginginkan suasana tenang pada malam hari.
"Ya, dari segi sosial memang ada beberapa yang tidak 24 jam, terutama di taman-taman lingkungan. Kalau kami rencana taman 24 jam menyeluruh. Tapi ada tertentu, seperti di Taman Tebet Eco Park maunya warganya jangan sampai malam takut mengganggu aktivitas," ucap dia.
Â
Â
Advertisement
Menanti Kesiapan Infrastruktur
Lebih lanjut, Dia menjelaskan, membuka taman kota sepanjang hari tentu membutuhkan kesiapan infrastruktur serta sistem pengawasan yang ketat.
Dia menjelaskan, Pemprov DKI menambah lampu penerangan, termasuk lampu-lampu dekoratif, memperkuat pengawasan lewat kamera CCTV. Tak cuma itu, petugas keamanan dan kebersihan disiagakan dalam tiga shift, masing-masing delapan jam.
"Itu dia (sistem pencahayaan dan sarana kebersihan) kita kan tambah. Ada lighting lampu untuk penerangan dan lampu dekoratif, kemudian CCTV," ujar dia.
"Jadi tidak ada lagi misalnya ada ruang yang gelap-gelap, lah. Dan ditambah lagi kan banyak komunitas-komunitas yang mengisi itu," sambung dia.
Sejak dibuka, dia menerangkan, berbagai komunitas rutin hadir di taman pada malam hari. Mulai dari kelompok pecinta burung malam, komunitas astronomi, penggiat yoga malam, hingga kelompok 'Ayo ke Taman' yang aktif menghidupkan ruang hijau kota dengan berbagai kegiatan edukatif.
"Iya, komunitas-komunitas. Kemarin ada komunitas dari Ayo ke Taman. Terus ada penggemar burung malam. Terus ada lagi astronomi. Terus ada yoga," ujar dia.
Â
Ada Pemberdayaan Ekonomi
Sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi warga, Pemprov DKI juga memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk beraktivitas di taman, terutama pada malam hari. Di Lapangan Banteng, misalnya, sudah terlihat beberapa foodtruck beroperasi di area yang ditentukan.
Namun, Fajar menekankan penempatan pelaku UMKM dilakukan secara selektif. Dia akan bekerja sama dengan Dinas UMKM untuk memilih pelaku usaha binaan yang layak beroperasi di taman.
"Yang sudah ada, sekarang ada di di Lapangan Banteng, ada foodtruck, ya. Salah satunya ada foodtruck yang bisa ditampilkan dari para pelaku usaha. Nanti kita akan susun kembali. Karena kita perlu koordinasi dengan Dinas UMKM, pelaku-pelaku usaha binaannya mana yang akan diberikan kepada kami," ucap dia.
"Kita minta sama UMKM, Mereka tugasnya sudah, apa, sudah paham lah ahlinya," sambung dia.
Â
Advertisement
Dipantau Pamdal
Untuk itu, keberadaan pelaku usaha dipantau oleh petugas keamanan (Pamdal) berjaga secara bergantian selama 24 jam. Tujuannya, agar taman tetap bersih, nyaman.
Hingga pertengahan Mei ini, belum ada laporan mengenai gangguan keamanan, vandalisme, atau penyalahgunaan Taman. Namun, Fajar mengatakan pihaknya terus membuka ruang masukan dari publik untuk menyempurnakan pelaksanaan program.
"Alhamdulillah jangan sampai (ada gangguan keamanan). Tentunya kita kasih sosialisasi dari kita dan pihak terkait bergabung. Tapi kita siap menerima apabila ada masukan-masukan. Kita akan sempurnakan," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menegaskan kehadiran Satpol PP adalah untuk memastikan Taman yang beroperasi 24 jam tetap tertib.
“Satpol PP posisinya hanya pengamanan terkait dengan pelaksanaan itu," kata dia saat dihubungi, Senin (19/5/2025).
Â
Sesuai Perda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5095699/original/038745700_1736939506-20250115-Taman_Literasi-GANG_1.jpg)
"Kalau penindakan pastilah, semua tergantung masalahnya apa, penindakan disesuaikan dengan Perda, ada sanksi pidana kurungan sampai dengan denda dan denda kurungan," sambung dia.
Menurutnya, setiap taman memiliki karakter dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, strategi pengamanan tidak bisa disamaratakan.
“Kita lagi koordinasi dengan Dinas Pertamanan, terkait area-area yang akan dijadikan taman 24 jam. Jadi nanti kita koordinasikan dengan Dinas Taman, kita harus lihat dulu area yang perlu kita lakukan pengamanan nanti baru kita mapping," ujar dia.
"Saya ingin tahu dulu kalau memang areanya sudah ada pagar berarti kan tidak terlalu banyak personel, kalau memang kondisinya memungkinkan untuk mereka bisa, berarti kan pengamanannya penebalan," dia menambahkan.
Hari-hari ini, Satpol PP tengah menghitung kebutuhan personel secara rinci di setiap taman.
"Hari ini rencananya kita bikin round up, berapa personel di Lapangan Banteng, di ini dikerahkan. Terkait dengan secara internal dinas tanaman pasti punya pamdal-pamdal," tandas dia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5223836/original/032359300_1747574855-20250518-Taman_di_Jakarta-HER_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3279574/original/001681300_1603787899-20201027-Pemprov-DKI-Belum-Putuskan-Konsep-Kepemilikan-Rumah-Susun-Pasar-Rumput-ANTONIUS-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8947955/original/040520000_1782968991-156862.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8938667/original/006153500_1782964897-157098.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2997702/original/070140200_1576490822-20191216-Polusi-Jakarta-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8834900/original/030269100_1782918179-1000870294.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782665/original/040283200_1782893927-0L5A0896.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513148/original/046779000_1782436778-Nasi_Ulam_Ibu_Yoyo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713559/original/055697600_1782795898-IMG_1753__1_.jpeg)