Polsek Grogol-Petamburan Tertibkan 21 Atribut Ormas dan Amankan 10 Jukir

Polsek Grogol Petamburan menertibkan 21 atribut organisasi masyarakat (ormas) dan menciduk 10 "pak ogah" serta juru parkir liar yang kerap bikin resah pengguna jalan.

Diperbarui 16 Mei 2025, 19:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Polsek Grogol Petamburan menertibkan 21 atribut organisasi masyarakat (ormas) dan menciduk 10 "pak ogah" serta juru parkir liar yang kerap bikin resah pengguna jalan.

Mereka terjaring saat Operasi Berantas Jaya 2025 yang digelar di kawasan Grogol-Petamburan, Jakarta Barat, pada Kamis (15/5/2025).

Kapolsek Grogol Petamburan, Kompol Reza Hafiz Gumilang, mengatakan kegiatan ini bertujuan menjaga ketertiban umum, netralitas ruang publik, dan mencegah potensi konflik sosial.

"Penertiban dilakukan oleh Satpol PP yang didampingi oleh personel dari Polsek dan Koramil," ujar Kompol Reza saat dikonfirmasi, Jumat, (16/5/2025).

Atribut ormas disikat dari enam titik, Jalan Kali Sekretaris, Jalan Taman Daan Mogot, Jalan Daan Mogot (Ruko), Jalan Tanggul Banjir Kanal Grogol, Jalan Semeru Raya dan Jalan Hadiah II Jelambar. Semuanya dicabut dan diamankan ke kantor Satpol PP.

Sementara itu, 10 orang jukir dan pak ogah diamankan dari titik-titik macet seperti depan Roxy Square, kolong flyover Kalijodo, dan perempatan padat Jalan TB Angke. Mereka langsung digelandang ke Polsek untuk dibina.

Reza menegaskan, operasi ini tidak berhenti sampai di sini. Penertiban akan digelar rutin demi mencegah premanisme dan menjaga netralitas ruang publik dari pengaruh kelompok tertentu.

"Seluruh atribut diamankan ke kantor Satpol PP untuk didata, sementara individu yang diamankan dibawa ke Polsek untuk pembinaan lebih lanjut. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari sinergi aparat dalam menjaga ketentraman dan kenyamanan masyarakat," kata Reza.

 

22 Preman Pungli Ditangkap di Kembangan, Terafiliasi dengan Ormas

Sebelumnya, polisi meringkus 22 orang diduga pelaku pungutan liar (pungli) dalam operasi gabungan penanggulangan premanisme bertajuk Berantas Jaya 2025, yang digelar Selasa, (13/5/2025) malam.

Operasi yang dilakukan di kawasan CNI, Kembangan, Jakarta Barat, ini melibatkan 734 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP.

"Dari kegiatan yang dimulai dari kegiatan surveillance, kemudian penyelidikan, dapatkanlah ada 22 orang yang melakukan aksi preman. Bentuknya apa. Bentuknya adalah melakukan pungutan liar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Rabu malam.

Ade Ary mengatakan, 22 orang ini diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang. Modusnya, dengan mencetak karcis dengan dalih uang pangkal, uang listrik harian, hingga biaya kebersihan.

Nilai pungutan berkisar dari Rp10.000 per hari hingga iuran bulanan sebesar Rp400.000, bahkan ada yang mencapai Rp1 juta.

"Ini ada beberapa barang bukti. Karcis yang mereka cetak sendiri, kemudian ini ada rekapan hasil pungutan dan hasil dialog kami semua tadi dengan rekan-rekan pedagang kaki lima," ujar dia.

Dari hasil penyelidikan, para pelaku disebut berafiliasi dengan beberapa ormas serta ada yang berasal dari karang taruna.

"Hasil pendalaman dari teman-teman kami dari jajaran reserse, mereka ada yang berasal dari sebuah ormas dengan inisial G, oknumnya ya, kemudian yang kedua ada berasal dari ormas dengan inisial F, dan ada juga yang berasal dari karang taruna," ujar dia.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6