Pengawasan Nusuk Diperketat Jelang Puncak Musim Haji 2025

Pemeriksaan itu memakan waktu sekitar 15-20 menit karena setiap orang di dalam bus tak ada yang lolos dari pemeriksaan. Setelah dipastikan legal, petugas melepas rombongan.

Diterbitkan 12 Mei 2025, 20:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jeddah - Kurang dari sebulan puncak haji yang dimulai dengan prosesi wukuf di Arafah akan berlangsung. Kota Makkah, Arab Saudi, perlahan-lahan semakin ramai dengan keberadaan jemaah haji dari berbagai kebangsaan, termasuk Indonesia.

Tak mau mengulang insiden meninggalnya ratusan jemaah haji pada 2024, otoritas setempat semakin memperketat pengawasan. Sistem pengecekan dilakukan berlapis-lapis untuk mencegah masuknya jemaah haji ilegal yang mencoba berbagai cara untuk masuk ke Makkah tanpa nusuk atau visa haji.

Rombongan Media Center Haji Gelombang II yang tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah pada Minggu, 11 Mei 2025, tak terkecuali melewati proses yang sama. Tahap pertama dimulai dengan pencatatan paspor oleh petugas Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi begitu semua petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) masuk dan duduk rapi di dalam bus. Menggunakan ponsel yang dilengkapi alat pindai, satu per satu paspor kami diperiksa dan dicatat. 

Perjalanan menuju Makkah dari Jeddah diperkirakan memakan waktu satu jam. Di tengah perjalanan, bis kami dihentikan polisi berseragam yang masuk untuk mengecek satu per satu nusuk atau dokumen visa haji yang kami miliki. Ia membawa alat serupa yang dipakai petugas di bandara tadi.

Pemeriksaan itu memakan waktu sekitar 15-20 menit karena setiap orang di dalam bus tak ada yang lolos dari pemeriksaan. Setelah dipastikan legal, ia melepas rombongan kami dengan doa agar haji kami mabrur.

Lapisan Pemeriksaan Nusuk di Kawasan Masjidil Haram

Setelah tiba di Makkah, kami bersiap untuk menunaikan umrah wajib di Masjidil Haram. Sekali lagi kami diingatkan pemimpin rombongan untuk selalu membawa paspor dan visa haji sebagai dokumen perjalanan haji resmi sembari menunggu keluarnya kartu nusuk masing-masing.

Dari kejauhan, askar terlihat berjaga di pelataran Masjidil Haram yang sebagian disekat dan hanya menyisakan ruang sedikit sebagai pintu masuk ke areal tersebut. Dua askar berseragam meminta kami menunjukkan visa haji yang dimiliki. Jika sesuai, kami langsung diizinkan melintas ke dalam pelataran.

Untuk memudahkan pemeriksaan, Anda yang memegang visa haji atau nusuk sebaiknya mencetak file tersebut. Meski begitu, saya melihat sejumlah orang bisa masuk dengan menunjukkan dokumen visa atau nusuk secara digital yang tersimpan di ponselnya.

Pemeriksaan kembali dilakukan askar sesaat melepas alas kaki untuk memasuki bagian dalam Masjidil Haram. Berbekal visa yang ditunjukkan sebelumnya, saya dan rombongan diizinkan memasuki masjid tempat Kakbah berada.

 

Lebih Ketat dari Tahun Lalu

Ketatnya pemeriksaan oleh otoritas Arab Sausi diakui oleh Kepala Pelaksana Media Center Haji (MCH). Ia menyebut pemeriksaan nusuk tahun sebelumnya hanya diberlakukan jelang prosesi di Arafah-Muzdalifah-Mina. "Tahun lalu belum (diperiksa di kawasan Masjidil Haram). Tahun lalu untuk Armuzna aja," katanya seusai jumpa pers di Kantor Daker Makkah, Minggu malam, 11 Mei 2025.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Muchlis M.Hanafi kembali menegaskan bahwa kedudukan nusuk ibarat paspor khusus haji. Identitas itu harus melekat pada jemaah haji.

"Sebenarnya, ketentuannya itu, dia harus diserahkan kepada jemaah dalam 1x24 jam sejak ketibaan di Arab Saudi. Namun dalam praktiknya di lapangan, ada banyak kendala dan nusuk ini sepenuhnya di bawah kendali syarikat," katanya.

Untuk mereka yang belum mendapatkan nusuk, syarikat akan memberikan kartu identitas sebagai backup, baik berbentuk gelang atau tag yang dikalungkan. Itu yang harus dibawa jemaah haji Indonesia ke mana-mana, terutama saat masuk ke Masjidil Haram.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6