Wamenaker Immanuel Ebenezer soal Ribuan Pelamar CPNS Mundur: Ada Budaya Malas

Menurut Noel, sikap mundur mereka setelah mendapatkan NIP menunjukkan budaya kerja yang tidak sehat.

Diperbarui 28 April 2025, 11:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pelamar CPNS 2024 mundur setelah mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP). Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel, ikut angkat bicara soal fenomena ini.

Menurut Noel, sikap mundur mereka setelah mendapatkan NIP menunjukkan budaya kerja yang tidak sehat.

"Lapangan pekerjaan itu terbuka di mana-mana. Nah kayak kemarin, dibuka lapangan pekerjaan, pas mau ditaruh, dia mundur. Itu berarti apa? Ada budaya yang tidak baik, malas," kata dia dalam keteranganya dikutip, Senin (28/4/2025).

Noel menjelaskan, pelamar yang telah diterima seyogyanya siap ditempatkan di mana saja, bukan malah mundur seenaknya.

"Itu nggak bisa dong. Kalau mau kerja, kerja dong. Mau ditempatin di mana kan butuh kerjaan," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan narasi negatif soal ketenagakerjaan di Indonesia.

"Mereka jangan tidak teriak-teriak juga melegitimasi narasi yang sesat itu. Industrial kita tuh banyak membuka lapangan pekerjaan. Jadi ya tetap kita harus punya optimisme ya ke depan, jangan lagi tersesat dengan narasi-narasi malah membuat bangsa ini malah pesimis," tandas dia.

 

Ribuan CPNS Mundur, Puan: Harus Ada Evaluasi Matang

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti mundurnya 1.967 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024. Puan mengatakan mundurnya ribuan calon abdi negara ini sebagai sinyal proses rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Menurut Puan, tingginya angka pengunduran diri CPNS bukan merupakan fenomena biasa, melainkan indikator yang menunjukkan sistem yang ada belum mampu menjawab ekspektasi dan kebutuhan generasi muda.

"Harus ada evaluasi menyeluruh dengan perencanaan matang dan pendekatan yang lebih strategis, mulai dari penyusunan formasi hingga penempatan akhir. Kalau tidak, kita akan terus menghadapi persoalan seperti ini," kata Puan dalam keterangannya, Jumat (25/4/2025).

 

1.967 Mundur

Diketahui, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat 1.967 calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2024 memutuskan untuk mengundurkan diri karena alasan gaji kecil hingga penempatan yang jauh.

Para CPNS itu mundur disebut karena skema optimalisasi yang dilakukan pemerintah. CPNS tersebut semula tak lolos di pilihannya, lalu menjadi diterima di daerah lain karena formasi tersebut tidak ada pendaftar.

Puan menilai ada faktor kelemahan perencanaan dalam rekrutmen yang menyebabkan ketidaksesuaian antara minat peserta dan posisi yang ditawarkan.

Jika ini tidak diperbaiki, Puan menyebut negara akan kehilangan SDM yang berkualitas.

"Negara bisa kehilangan potensi sumber daya manusia yang berkualitas untuk memperkuat pelayanan publik. Ini tantangan nyata bagi kita semua," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6