3 Fakta Terkait Warga Sempat Cium Bau Gas Menyengat, PGN Pastikan Tak Ada Kebocoran

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) langsung mengerahkan tim untuk inspeksi lapangan setelah menerima laporan warga Bekasi mencium bau gas menyengat yang kuat.

Diperbarui 20 April 2025, 11:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini, tepatnya pada Jumat 18 April 2025, warga Bekasi, Jawa barat (Jabar) dan Jakarta Timur (Jaktim) mencium bau gas menyengat yang kuat, menyerupai gas LPG bocor, bensin, atau oli terbakar yang tercium di berbagai wilayah.

Laporan membanjiri media sosial, menggambarkan aroma menyengat yang mengganggu tidur dan menimbulkan kecemasan, terutama bagi para orang tua dengan bayi.

Wilayah terdampak meliputi Babelan (Kabupaten Bekasi), Jakasampurna dan Taman Galaxy (Kota Bekasi), serta Duren Sawit (Jakarta Timur). Meskipun belum ada laporan resmi terkait dampak kesehatan langsung, kekhawatiran akan potensi bahaya tetap menjadi perhatian utama.

Pihak PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pun angkat bicara terkait keluhan masyarakat di media sosial terkait adanya bau gas yang terasa di sekitar Kota Bekasi, Jawa Barat. PGN memastikan bahwa tidak ada kebocoran pada jaringan pipa gas bumi.

Sebelumnya, dilaporkan ada bau gas yang sempat tercium warga di wilayah Ciledug, Kecamatan Setu, Bekasi pada Jumat malam 18 April 2025 waktu setempat.

Area Head PGN Bekasi Maisalina mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim untuk inspeksi lapangan setelah menerima laporan. Dia menerangkan, hasil pengecekan menyeluruh tidak menemukan adanya indikasi kebocoran.

"Kami sudah lakukan pengecekan di seluruh jaringan, hasilnya tidak ditemukan adanya kebocoran. Berdasarkan pantauan tim PGN bersama masyarakat sekitar, bau yang sebelumnya sempat diduga berasal dari bau gas, saat ini sudah tidak tercium," ujar Maisalina dalam keterangannya di Bekasi, Sabtu 19 April 2025.

Berikut sederet fakta terkait sempat tercium bau gas yang dirasakan warga Bekasi, Jawa barat (Jabar) dan Jakarta Timur (Jaktim) dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Kejadian Sempat Viral di Media Sosial

Malam tanggal 18 April 2025, warga Bekasi dan Jakarta Timur mencium bau gas menyengat yang kuat, menyerupai gas LPG bocor, bensin, atau oli terbakar, tercium di berbagai wilayah.

Laporan membanjiri media sosial, menggambarkan aroma menyengat yang mengganggu tidur dan menimbulkan kecemasan, terutama bagi para orang tua dengan bayi.

Wilayah terdampak meliputi Babelan (Kabupaten Bekasi), Jakasampurna dan Taman Galaxy (Kota Bekasi), serta Duren Sawit (Jakarta Timur).

Meskipun belum ada laporan resmi terkait dampak kesehatan langsung, kekhawatiran akan potensi bahaya tetap menjadi perhatian utama.

Kejadian ini memicu pertanyaan besar: Apa penyebab bau gas misterius ini? Sejauh ini belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang, seperti BPBD Bekasi, yang membuat warga semakin resah dan bertanya-tanya.

Kejadian ini juga menyoroti masalah kualitas udara di Bekasi yang sudah sejak lama menjadi perhatian. Data sebelumnya menunjukkan bahwa kualitas udara di Bekasi seringkali buruk, bahkan lebih buruk daripada Jakarta.

Tingginya polusi udara berkontribusi pada peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berbagai faktor berkontribusi pada buruknya kualitas udara di Bekasi, termasuk polusi hiperlokal seperti pembakaran sampah.

Meskipun Pemkot Bekasi telah berupaya mengendalikan pencemaran udara, masalah ini masih jauh dari kata selesai.

 

2. PGN Pastikan Tak Ada Kebocoran di Bekasi

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) buka suara terkait keluhan masyarakat di media sosial terkait adanya bau gas yang terasa di sekitar Kota Bekasi, Jawa Barat. PGN memastikan bahwa tidak ada kebocoran pada jaringan pipa gas bumi.

Sebelumnya, dilaporkan ada bau gas yang sempat tercium warga di wilayah Ciledug, Kecamatan Setu, Bekasi pada Jumat malam 18 April 2025 waktu setempat.

Area Head PGN Bekasi, Maisalina mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim untuk inspeksi lapangan setelah menerima laporan. Dia menerangkan, hasil pengecekan menyeluruh tidak menemukan adanya indikasi kebocoran.

"Kami sudah lakukan pengecekan di seluruh jaringan, hasilnya tidak ditemukan adanya kebocoran. Berdasarkan pantauan tim PGN bersama masyarakat sekitar, bau yang sebelumnya sempat diduga berasal dari bau gas, saat ini sudah tidak tercium," ujar Maisalina dalam keterangannya di Bekasi, Sabtu 19 April 2025.

 

3. Meski Tak Ada Kebocoran, PGN Tetap Awasi Ketat

Meski demikian, menurut Maisalina, pihak PGN tetap melakukan pemantauan ketat dan berkoordinasi dengan pihak berwenang demi menjaga keamanan masyarakat dan pelanggan gas bumi.

PGN menyampaikan, pihaknya juga mengimbau masyarakat segera melapor ke Contact Center 135 jika mencium bau gas atau mencurigai kondisi tidak normal di sekitar jaringan.

"Keselamatan dan keandalan infrastruktur menjadi prioritas kami dalam menjaga pasokan energi bagi masyarakat," jelas Maisalina.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6