Demonstran Gelar Tenda di Balai Kota, Protes Buruknya Pelayanan Bank DKI

Ahmad merencanakan, aksi tenda dilakukan sampai ditemui oleh perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jakarta, khususnya bisa beraudiensi langsung oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung terkait permasalahan Bank DKI.

Diperbarui 17 April 2025, 08:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah demonstran menggelar aksi damai bangun tenda di depan pagar Balai Kota Jakarta. Mereka menyuarakan protes, terkait kinerja Bank DKI yang dinilai mengecewakan karena sistemnya yang eror dan merugikan pelayanan terhadap nasabah. 

"Saya Ahmad Setiawan, selaku koordinator lapangan dari Poroso Pemuda Untuk Kebenaran. Kami mulai dari hari Selasa kemarin aksinya mulai pukul 10 pagi. Dengan cara menggelar tenda aja di halaman Balai Kota Jakarta," kata Ahmad kepada awak media di lokasi, seperti dikutip Kamis (17/4/2025).

Ahmad menyampaikan, ada tiga poin yang menjadi tuntutan. Pertama, meminta Gubernur Jakarta untuk segera mencopot Direktur Utama dari Bank DKI yang dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya. 

Kedua, meminta agar adanya evaluasi besar-besaran dalam tubuh Bank DKI dan memberikan langkah konkret terhadap persoalan-persoalan yang terjadi dalam Bank DKI.

Ketiga, meminta permintaan maaf secara langsung oleh pihak Bank DKI kepada para nasabah yang merasa dirugikan dan terganggu atas bobroknya pelayanan dari Bank DKI.  

"Saya sendiri pengguna Jakone, yang sampai saat ini biasanya saya menggunakan qris itu bisa dilakukan, tetapi karena masih gangguan per tanggal 30 Maret sampai tanggal 16 april hari ini, itu qris masih gangguan," keluh dia. 

Bukan hanya itu, Ahmad menambahkan,  layanan transfer antar bank juga masih terkendala. 

"Kadang uangnya tidak masuk tetapi saldo kita terpotong, nah itu yang menjadi keresahan dari para nasabah," tegas dia. 

Ahmad merencanakan, aksi tenda dilakukan sampai ditemui oleh perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jakarta, khususnya  bisa beraudiensi langsung oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung.

"Kami juga berharap untuk bisa langsung bertemu dengan Direktur Utama dari Bank DKI untuk bisa dijelaskan apa sebenarnya yang sedang terjadi dalam tubuh Bank DKI Jakarta," dia menandasi.

Bank DKI Bermasalah

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengamini Bank DKI tengah bermasalah dan merugikan pelayanan terhadap nasabah.

Sebagai tindakan tegas, Pramono mencopot Direktur IT Bank DKI karena dianggap memiliki kesakahan berulang.

Selain itu, Pramono juga meminta, kendala teknis IT yang terjadi di Bank DKI dilaporkan kepada pihak berwajib untuk diproses hukum. Dia menilai, keluhan yang menimpa nasabah dari perusahaan daerah milik Jakarta itu sudah kelewat batas.

 

Dirut Bank DKI Tegaskan Dana dan Data Nasabah Aman Terkait Insiden Gangguan Sistem

Direktur Utama Bank DKI, Agus Haryoto Widodo menegaskan, dana milik nasabah tetap aman dan tidak ada yang hilang dalam insiden gangguan sistem yang menimpa Bank DKI baru-baru ini. 

Ia juga mengungkapkan saat ini pihak bank tengah menyelesaikan proses validasi atas sejumlah perbaikan sistem, setelah forensik yang dilakukan bekerja sama dengan pihak eksternal. Agus menuturkan kebocoran dana hanya terjadi pada dana Bank yang bukan merupakan dana nasabah.

“Dana nasabah aman, tidak ada yang hilang dana nasabah, tapi dana bank kami akui sesuai yang disampaikan Pak Gubernur dan itu memang benar. Kalau itu kan dana bank. Dana bank itu bukan berarti dana-dana nasabah. Kita kan juga punya dana sendiri,” kata Agus dalam acara media briefing, Rabu (16/4/2025).

Proses Forensik Rampung

Agus menjelaskan proses forensik telah rampung dan dilakukan oleh lembaga internasional. Hasil dari forensik tersebut telah disampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk ditindaklanjuti dan menjadi dasar dari sejumlah perbaikan sistem yang telah dan sedang dilakukan Bank DKI.

“Kami dibantu oleh IBM untuk melakukan forensik ini ya. Forensik sudah dilakukan dan sudah selesai. Hasilnya pun kemarin sudah kita sampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan,” ungkapnya.

Menurut Agus, dari hasil forensik terungkap terdapat kelemahan tidak hanya dari sisi internal Bank DKI, tetapi juga dari pihak ketiga. Salah satu temuan penting adalah adanya penyalahgunaan akses sistem yang diduga dilakukan oleh pihak internal yang memiliki hak akses level tinggi.

Layanan di ATM dan Kantor Cabang

“Yang di sisi kita itu memang ada isu di dalam, isu internal, ada indikasi terlibat. Ada orang internal yang terlibat di dalam. Kira-kira membuka pintu,” ujar Agus.

Agus mengatakan, Bareskrim Polri telah turun tangan dan saat ini mendalami hasil forensik tersebut. 

Soal nilai kerugian, Agus belum memberikan angka pasti namun mengindikasikan bahwa nilainya tidak mencapai lebih dari Rp100 miliar. Meski begitu, ia menolak menyebut nominal tersebut sebagai kerugian final karena proses recovery dana juga tengah dijalankan.

“Enggak sampai Rp500 miliar, tapi ya kira-kira Rp100 miliar. Tapi terlalu dini kalau itu dianggap kerugian karena proses recovery juga kita jalankan,” tambahnya.

Layanan di ATM dan Kantor Cabang Telah Pulih Sepenuhnya

Saat ini, layanan perbankan di kantor cabang dan ATM telah pulih sepenuhnya, sedangkan layanan mobile banking masih dalam tahap validasi akhir sebelum bisa kembali diakses penuh oleh nasabah.

“Cabang dan juga ATM itu sebenarnya sudah berjalan baik. Uptime kita di ATM juga bagus, bisa dikatakan 100%. Kita tinggal tunggu untuk yang mobile banking. Mudah-mudahan minggu ini atau minggu depan ini bisa berhasil dan kita bisa buka,” pungkas Agus.

Ia juga mengimbau nasabah untuk tetap tenang dan tidak khawatir, karena semua saldo nasabah tetap utuh dan bisa dimonitor melalui fitur cek saldo di mobile banking yang masih berfungsi.

Infografis Kabel Semrawut dan Melintang di Jakarta Menelan Korban

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6