Jumlah Pemudik Lebaran 2025 di Bandara Halim Merosot 10% dari 2024, Ini Sebabnya

Rangga menyebut, puncak arus balik Lebaran di Bandara Halim Perdanakusuma terjadi pada Sabtu (5/4/2025) dan Minggu (6/4/2025).

Diterbitkan 06 April 2025, 18:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengelola Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur mengungkapkan tren penumpang selama periode arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M mengalami penurunan mencapai 10,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini diungkapkan Pengawas Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2025/1446 Hijriah, Rangga Mahardhika saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

"Kalau melihat tren penumpang di Bandara Halim Perdanakusuma dibandingkan tahun 2024 ada penurunan sekitar 10,3 persen," kata Rangga, seperti dikutip dari Antara, Minggu (6/4/2025).

Rangga menyebut, puncak arus balik Lebaran di Bandara Halim Perdanakusuma terjadi pada Sabtu (5/4/2025) dan Minggu (6/4/2025). Adapun jumlah penerbangan edisi mudik tahun ini menurun sekitar empat ribu orang.

"Untuk penumpang juga kita berkurang, dari tahun 2024 itu sekitar 15.000 orang, per hari ini 2025 itu hanya 11.000. Jadi kita ada penurunan juga," jelasnya.

Dugaan Penyebab

Rangga mengungkapkan penurunan jumlah penumpang tahun ini disebabkan beberapa faktor, seperti naiknya harga tiket pesawat terbang dan banyaknya pemudik yang memilih pergi ke kampung halamannya melalui jalur darat.

"Tetap ada penurunan juga. Kalau penurunan itu kemungkinan ada banyak faktor, mungkin lebih banyak di tahun ini pemudik melalui jalur darat dibandingkan jalur udara," ucap Rangga.

Lebih lanjut, Rangga mengungkapkan, pada hari ini diperkirakan ada lebih dari 11.000 penumpang berangkat dan datang dengan 80 penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma. Sementara untuk kota tujuan terbanyak dari Jakarta menuju ke Surabaya (Jawa Timur), Denpasar (Bali), Palembang (Sumatera Selatan), Padang (Sumatera Barat), dan Kualanamu (Sumatera Utara).

Jumlah Pemudik di Kampung Rambutan Menurun

Kepadatan pemudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur juga tidak seperti lebaran tahun sebelumnya. Kedatangan para pemudik saat arus balik lebaran tahun ini cenderung mengalami penurunan.

“Kalau dari tren yang ada saat ini dibandingkan tahun lalu menurun,” kata Kepala Terminal Kampung Rambutan Yulza Ramadhoni saat ditemui di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (6/4/2025).

Dia menjelaskan, alasan penurunan ini lantaran tidak semua pemudik turun terpusat di Terminal Kampung Rambutan. Sebab saat ini ada sejumlah titik keberangkatan para pemudik di Jakarta.

“Kalau menurun mungkin kan terkait dengan kebijakan dari pemerintah juga kan sudah ada WFA (work from anywhere) ya. Jadi kan tidak terpusat dalam satu waktu ya untuk keberangkatan dari sananya,” jelas dia.

“Dari keberangkatan juga berimbas kepada kembali ke terminal. Dalam arti pada saat berangkat tren yang ada juga turun dibandingkan tahun lalu. Artinya itu sejalan dengan arus baliknya itu pasti juga menurun dibandingkan yang tahun lalu,” sambungnya.

 

Tetap Beri Pelayanan Terbaik

Meski mengalami penurunan, Yulza mengatakan pihaknya tetap harus memberikan pelayanan terbaik untuk para pemudik. Sebab, sampai saat ini tercatat dari kedatangan telah ada 12.169 penumpang yang tiba di terminal tersebut.

“Para pemudik itu sebanyak 12.169 penumpang dengan menggunakan 448 bis. Nah, untuk sampai dengan tadi jam 11, tercatat sudah bis tiba itu sebanyak 133 dengan penumpang sebanyak 5.086,” paparnya.

Dia memprediksi, total pemudik yang tiba hari ini bisa mencapai 15.000 penumpang. Hal itu menjadikan titik puncak arus balik kedatangan para pemudik di terminal Kampung Rambutan.

Di mana mereka yang akan tiba malam ini mayoritas berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan beberapa wilayah di Sumatera. Sedangkan untuk pemudik yang ramai silih berdatangan, mayoritas dari wilayah Jawa Barat.

“Artinya ini kemungkinan trennya masih akan naik sampai dengan hari ini, yang mana hari ini itu diperkirakan adalah puncak arus mudik di Terminal Bus Kampung Rambutan,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6