Indonesia Gabung OECD, Bagaimana Manfaatnya Bagi Indonesia?

Yose menyebut sebenarnya keinginan Indonesia bergabung ke dalam OECD ini juga bisa menjadi sebuah ujian bagi pemerintah untuk membuktikan kepada dunia sanggup tidak menyelesaikan berbagai persyaratan yang dibutuhkan.

Diperbarui 15 Maret 2025, 12:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kegigihan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto dalam upaya mewujudkan Indonesia gabung ke dalam OECD dipuji ekonom. Terlebih setelah Indonesia mencatatkan diri sebagai negara aksesi OECD pertama di kawasan ASEAN.

"Ini harus diapresiasi, mengingat menjadi anggota OECD merupakan satu upaya untuk kita bisa melanjutkan reformasi yang kita perlukan termasuk mempengaruhi sentimen pasar Indonesia baik itu secara domestik maupun global," kata Direktur Eksekutif Center of Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri kepada media, Rabu malam, 12 Maret 2025.

Yose menyebut sebenarnya keinginan Indonesia bergabung ke dalam OECD ini juga bisa menjadi sebuah ujian bagi pemerintah untuk membuktikan kepada dunia sanggup tidak menyelesaikan berbagai persyaratan yang dibutuhkan.

"Berbeda dengan BRICS yang sifatnya lebih superfisial karena hanya berkutat pada statement politik. Tapi OECD lebih dari itu, karena dengan bergabung OECD maka kita juga bisa mewujudkan keinginan kita untuk menjadi negara maju atau keluar dari middle income trap," katanya.

 

Tingkatkan Nilai Iklim Investasi

Keuntungan lainnya yang bisa diperoleh Indonesia, lanjut Yose, tentunya dapat meningkatkan kredit dan nilai iklim investasi Indonesia di mata investor global.

"Makanya jika Indonesia sudah terjun dan berniat bergabung dengan OECD harus serius. Karena kita juga berlomba-lomba dengan negara lain untuk bisa gabung OECD, dan mereka terus melakukan reformasi-reformasi yang diperlukan," tukas Yose.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi atas dukungan negara-negara sahabat terhadap upaya Indonesia untuk bergabung di OECD.

Mulai dari dibukanya diskusi aksesi pada Februari 2024 hingga tahapan asesmen mandiri yang saat ini sedang berjalan usai melakukan lawatan ke negara Perancis.

 

Jadi Motivasi Negara ASEAN Lain

Langkah strategis Indonesia untuk bergabung ke dalam OECD ini memotivasi negara ASEAN lainnya, yakni Thailand yang menyusul pada Juni 2025. Selain itu, bergabungnya Indonesia di OECD juga akan mendukung cita-cita besar Indonesia Emas 2045 melalui transisi dan transformasi struktural.

Sementara Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan akan menyelesaikan proses aksesi OECD dalam jangka waktu tiga sampai empat tahun ke depan.a

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6