3 Wilayah di Jakarta Jadi Fokus Normalisasi Sungai Ciliwung

Pemprov DKI Jakarta akan melakukan normalisasi sungai Ciliwung di 3 wilayah, namun terkendala kepemilikan tanah, anggaran, dan penolakan warga.

Diterbitkan 08 Maret 2025, 13:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jakarta melakukan evaluasi terhadap banjir yang melanda pada sepekan terakhir. Menurut Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta, Hendri, Gubernur Pramono Anung mengatakan salah satu upaya yang akan dilakukan adalah normalisasi sungai.

"Pak Gubernur menyampaikan ada 3 wilayah yang menjadi fokus pembebasan lahan untuk normalisasi sungai Ciliwung, yakni Cawang, Bidara Cina dan Pengadegan. Rinciannya, Cawang 411 bidang tanah, Bidara Cina 162 bidang tanah dan Pengadegan 61 bidang tanah," kata Hendri kepada awak media, seperti dikutip Sabtu (8/3/2025).

Hendri mencatat, saat dipetakan luas lahan akumulasi dari tiap bidang tersebut adalah Cawang 58.946 m2, Pengadegan 13.101 m2, Bidara Cina 57.035 m2. Dia mengamini, bukan pekerjaan mudah bagi Pemprov Jakarta melakukan hal tersebut. Kendalanya beragam, mulai dari kepemilikan tanah yang masih perlu proses pembuktian, anggaran dan penolakan warga.

"Kendalanya, hak masih ada sebagian yang berupa tanah garapan, sehingga pembuktian kepemilikanya perlu penelitian yang lebih komprehensif. Kemudian, anggaran terbatas dan dalam proses pembuatan Penetapan Lokasi (Penlok), masih ada warga yang menolak (tidak sepakat) dengan rencana normalisasi. Mereka tidak ingin tanahnya dibebaskan, ungkap Hendri.

Kendati begitu, Hendri memastikan pihaknya akan terus mengupayakan hal terbaik untuk warganya. Sebab jika pembebasan lahan berhasil, maka sungai yang lebih lebar dipastikan mampu mengantisipasi tingginya debit air saat curah hujan sangat tinggi.

"Lahan yang sudah dibebaskan akan dimanfaatkan untuk pelebaran sungai. Kemudian sungai akan ditanggul dan dibangun jalan inspeksi. Adapun yang mengerjakannya ialah Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC)," jelas dia.

Sementara upaya normalisasi Ciliwung masih terus berproses, Hendri menyatakan Pemprov Jakarta kini bertindak dengan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) jika tedapat potensi hujan besar. Tujuannya, agar curah hujan dapat dikondisikan dan ancaman banjir dapat dihindari.

"Pemprov DKI Jakarta bakal kembali melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang pelaksanaannya dilakukan oleh BPBD sebagai salah satu upaya antisipasi banjir jangka pendek," dia menandasi.

3 Tindakan Gubernur Pramono Tangani Banjir Jakarta

Sejumlah wilayah Jakarta terendam banjir sejak Selasa dinihari, 4 Maret 2025. Musibah ini disebabkan debit air yang meningkat drastis dari sungai yang meluap dan juga disertai hujan dengan intensitas tinggi.

Gubernur Jakarta Pramono Anung langsung bergerak cepat dalam menangani warganya yang terdampak banjir Jakarta. Selain bantuan logistik dan evakuasi, kampung siaga juga menjadi opsi yang dilakukan.

“Kami sudah memutuskan untuk kampung siaga bencana diaktifkan, kampung siaga bencana ini kerja sama antara pemerintah, masyarakat dan swasta untuk membantu mereka yang terdampak (banjir), apalagi di bulan puasa nanti sahur-buka puasa jangan sampai terganggu,” kata dia usai meninjau Pintu Air Manggarai di Jakarta Selatan, Selasa 4 Februari 2025.

Pramono mengaku mendapat laporan soal keluhan warganya di lapangan karena kebutuhan untuk puasa sepergi sahur dan sebagainya menjadi masalah bagi umat Islam yang menjalankan ibadah di bulan ramadan.

Namun dia memastikan, sudah meminta dinas sosial Jakarta untuk menangani dengan segera mengoperasikan dapur umum.

“Agar tertangani secara baik jadi dapur umum juga saya sudah minta diaktifkan di lapangan,” jelas Pramono.

 

Perintahkan Semua Pompa Air Beroperasi

Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau segara langsung kondisi pintu air Manggarai di Jakarta Selatan. Menurut dia, ketinggian air saat ini sudah mencapai 850 cm atau dikatakan siaga 2.

“Hari ini kami secara khusus mengadakan rapat yang agak mendadak secara khusus karena memang seperti kita ketahui bersama dan tadi teman-teman media juga lihat sendiri secara langsung bahwa tinggi permukaan air di Manggarai ini sudah 850, kalau tinggi permukaan air di Manggarai sudah 850 artinya Jakarta sekarang sudah siaga dua,” kata Pramono, Jakarta, Selasa 4 Februari 2025.

Politikus PDIP ini mengaku sudah melakukan rapat khusus dengan sejumlah wali kota yang wilayahnya terdampak, seperti Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Selain itu, ada juga Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Kepala Dinas Sosial termasuk tim dari BPBD Jakarta.

“Saya meminta pintu air untuk mulai dibuka supaya beban tidak lebih banyak ke timur, terutama di Ciliwung karena di Ciliwung saat ini masyarakat menghadapi beban yang sangat tinggi pak wali kota setempat juga menyampaikan seperti itu dan memang saya sudah meminta beberapa pintu air dibuka,” minta Pramono.

Selain untuk membuka pintu air, dia juga meminta seluruh pompa air yang mendorong air ke laut untuk diaktifkan seluruhnya. Diketahui saat ini baru 200 dari 500 pompa yang aktif bekerja.

“Pompa itu total 500 saya minta semua diaktifkan supaya air yang ada bisa dibuang ke laut,” minta dia.

Modifikasi Cuaca

Pramono juga meminta operasi modifikasi cuaca yang dilakukan oleh BPBD Jakarta untuk dilakukan. Sebab menurut dia, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta saat ini bukan diakibatkan curah hujan Jakarta yang tinggi melainkan air kiriman dari Bogor.

“Saya juga meminta modifikasi cuaca dilakukan didorong untuk ke laut dan tadi sudah dilaporkan oleh BPBD bahwa akan dilakukan segera untuk modifikasi cuaca, karena memang banjir yang terjadi di Jakarta sekarang ini boleh dikatakan mayoritas hampir 90% lebih adalah kiriman karena curah hujan di Jakarta sendiri cukup rendah,” sebut Pramono.

Meski begitu, Pramono menegaskan tidak akan menyalahkan siapa pun. Dia justru mengajak semua pihak duduk bersama mencari solusi terbaik untuk urusan banjir.

“Kami tidak mau menyalahkan siapa pun ini menjadi tanggung jawab pemerintah Jakarta untuk mengatasi itu. Saya akan membuka diri untuk duduk bersama gubernur bupati walikota yang selama ini berdampak dalam waktu dekat karena penyelesaian ini tidak bisa parsial hanya Jakarta bahkan saya mendapatkan laporan yang mendapat dampak besar itu di Bekasi dan saya sudah komunikasi,” Pramono menandasi.

Aktifkan Kampung Siaga Bencana

Pramono juga berjanji bantuan logistik untuk para korban segera didistribusikan. Selain bantuan logistik dan evakuasi, kampung siaga juga menjadi opsi yang dilakukan.

“Kami sudah memutuskan untuk kampung siaga bencana diaktifkan, kampung siaga bencana ini kerja sama antara pemerintah, masyarakat dan swasta untuk membantu mereka yang terdampak (banjir), apalagi di bulan puasa nanti sahur-buka puasa jangan sampai terganggu,” kata Pram.

Pram mendapat laporan warga di lapangan karena kebutuhan untuk puasa seperti sahur dan sebagainya menjadi problem bagi umat Islam yang menjalankan ibadah Ramadan. Namun dia memastikan, sudah meminta dinas sosial Jakarta untuk menangani dengan segera mengoperasikan dapur umum.

“Agar tertangani secara baik jadi dapur umum juga saya sudah minta diaktifkan di lapangan,” jelas Pramono.

Pramono juga memastikan, banjir Jakarta yang dihadapi di awal masa kepemimpinannya akan dijadikan pelajaran agar penanganan banjir tidak hanya bersifat jangka pendek namun juga ke depan ada solusi konkrit dengan sejumlah tindakan nyata.

“Saya juga meminta untuk pemerintah Jakarta tidak lagi hanya sekedar menangani yang bersifat jangka pendek, tetapi jangka menengah dan jangka panjang seperti pengerukan, sodetan dilanjutkan kembali, sumur resapan tidak lagi dibuat di jalan tetapi di saluran saluran air jadi hal-hal yang baik kita lakukan, kita lanjutkan,” ujar Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6