China Tolak Ide Trump soal Gaza, Lebih Dukung Rencana Rekonstruksi oleh Dunia Arab

Sikap tegas China menolak rencana relokasi warga Gaza mendapat sorotan internasional, menekankan pentingnya solusi damai dan keadilan bagi Palestina.

Diterbitkan 07 Maret 2025, 20:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah China tak menyepakati ide Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin mengambil alih Gaza. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Wang Yi.

"Gaza adalah tanah Palestina dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Palestina," kata Wang dalam konferensi pers sidang tahunan Kongres Rakyat Nasional (NPC) di Beijing, Jumat (7/3/2025).

Menurut Wang, segala upaya untuk mengubah status Gaza secara paksa tidak akan membawa perdamaian, melainkan hanya akan memicu lebih banyak ketidakstabilan.

Oleh sebab itu, Wang bilang, pemerintah China lebih mendukung rencana untuk memulihkan atau rekonstruksi Gaza yang diinisiasi oleh Mesir dan negara-negara Arab lainnya.

"Kami mendukung rencana pemulihan perdamaian di Gaza yang digagas bersama oleh Mesir dan negara-negara Arab. Kehendak rakyat harus dihormati, dan keadilan tidak boleh diabaikan," ucap Wang.

"Jika negara-negara besar benar-benar peduli terhadap Gaza, mereka harus bertindak dengan bijak," lanjutnya.

Wang menilai, solusi terhadap masalah utama antara Palestina dan Israel baru terlaksana sebagian. Hal ini, kata Wang menyebabkan kemerdekaan Palestina masih jauh dari kenyataan.

 

 

 

 

 

Wujudkan Solusi bagi Dua Negara

Lebih lanjut, Wang juga mendesak agar komunitas internasional memfokuskan upaya-upaya untuk mewujudkan solusi baik bagi kedua negara dan mendukung kemerdekaan Palestina. 

"Hanya dengan cara ini Palestina dan Israel dapat hidup berdampingan secara harmonis, serta bangsa Arab dan Yahudi dapat mencapai perdamaian jangka panjang," kata Wang.

Wang kembali menegaskan dukungan pemerintah China untuk kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara, sehingga konflik di Timur Tengah bisa diselesaikan.

"Faksi-faksi Palestina harus terlebih dahulu melaksanakan Deklarasi Beijing, mencapai persatuan, dan memperkuat diri. Sementara itu, semua pihak di Timur Tengah harus berusaha untuk mengatasi perbedaan mereka," ujar Wang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6