Cuaca Indonesia Hari Ini, Selasa 4 Maret 2025: Langit Indonesia Mayoritas Cerah Berawan di Siang Hari

Langit sebagian besar wilayah Indonesia pada Selasa pagi (4/3/2025) diprediksi cerah, cerah berawan, hujan ringan, dan hujan lebat. Seperti itulah prakiraan cuaca Indonesia hari ini.

Diterbitkan 04 Maret 2025, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Langit sebagian besar wilayah Indonesia pada Selasa pagi (4/3/2025) diprediksi cerah, cerah berawan, hujan ringan, dan hujan lebat. Seperti itulah prakiraan cuaca Indonesia hari ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengungkapkan cuaca di sebagian besar kota-kota Indonesia pada siang hari nanti diprakirakan akan cerah di antaranta Banda Aceh, Surabaya, Banjarmasin, dan Kupang. Sedangkan untuk wilayah Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Tarakan, Tanjung Pinang, Ambon, Mataram, dan Makassar langitnya akan cerah berawan. 

Sedangkan wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan, di antaranya Jambi, Bandung, Semarang, Bandar Lampung, Ternate, Pekanbaru, Mamuju, Manado, Padang, dan Medan.

Adapun wilayah yang berpotensi turun hujan berintensitas sedang yaitu Serang, Bengkulu, Yogyakarta, dan Palembang. 

Selanjutnya, pada malam hari nanti, cuaca di sejumlah kota besar Indonesia diprediksi bervariatif, mulai dari berawan, cerah berawan, hujan ringan, hingga hujan petir. 

Berikut informasi prakiraan cuaca Indonesia selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.id:

 Kota  Pagi  Siang  Malam
 Banda Aceh  Cerah Berawan   Cerah   Cerah
 Denpasar  Cerah  Cerah Berawan   Cerah 
 Serang  Berawan  Hujan Sedang   Berawan
 Bengkulu  Hujan Ringan  Hujan Sedang  Berawan
 Yogyakarta   Cerah  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Jakarta Pusat   Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Gorontalo   Berawan  Berawan  Berawan 
 Jambi   Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Bandung   Hujan Ringan   Hujan Ringan  Berawan
 Semarang   Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Surabaya   Berawan  Cerah   Berawan
 Pontianak   Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Banjarmasin   Cerah Berawan  Cerah  Hujan Petir
 Palangkaraya  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Samarinda  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Hujan Petir
 Tarakan   Cerah   Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Pangkal Pinang  Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Tanjung Pinang   Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Bandar Lampung  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Berawan
 Ambon   Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Ternate   Cerah  Hujan Ringan  Berawan
 Mataram   Cerah   Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Kupang   Cerah  Cerah  Cerah Berawan
 Kota Jayapura  Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Manokwari   Berawan  Berawan  Berawan
 Pekanbaru   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Mamuju   Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan 
 Makassar   Cerah  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Kendari   Cerah  Berawan  Berawan
 Manado    Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Padang   Hujan Lebat  Hujan Ringan  Berawan
 Palembang  Berawan   Hujan Sedang  Berawan
 Medan   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan

Cuaca Buruk Saat Turun dari Carstensz Pyramid, Fiersa Besari Ikut Alami Hipotermia?

Dua pendaki asal Indonesia, Lilie Wijayati dan Elsa Laksono menjadi korban meninggal dunia setelah mendaki Carstensz Pyramid di Papua pada Sabtu, 1 Maret 2025. Di antara 20 orang dari rombongan pendakian, diketahui penyanyi Fiersa Besari ikut serta.

Namun telah terkonfirmasi lewat unggahan Threads akun @disyon_toba, bahwa Fiersa Besari dan 17 pendaki lainnya selamat. Disebutkan bahwa ada lima pendaki yang mengalami hipotermia termasuk dua pendaki yang meninggal. 

Dalam tangkapan layar Whatsapp, diketahui bahwa pendaki selamat yang sempat mengalami hipotermia karena cuaca buruk adalah Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana dan Saroni. 

Dalam kronologinya, pada Rabu, 26 Februari 2025 pukul 07.16 WIT, rombongan bergiliran berangkat dari Bandara Moses Kilangin Timika menuju Base Camp Yellow Valley Carstensz Pyramid dengan menggunakan helikopter. 

Kondisi kritis pada Sabtu, 1 Maret 2025 sekitar pukul 22.30 WIT bertepat di Kabupaten Mimika, didapat informasi dari penanggung jawab terkait insiden lima pendaki WNI Carstensz Pyramid menghadapi cuaca buruk turun hujan salju. "Kondisinya hujan deras dan angin kencang sehingga menyebabkan hipotermia," keterangan dalam unggahan.

Pendaki meninggal yakni dua orang, Lilie Wijayati dan Elsa Laksono berada di teras 2. Pada saat perjalanan turun dari Puncak Cartensz, akibat cuaca sangat buruk tiga pendaki yang selamat terpaksa terjebak dan bermalam di area dekat puncak hingga tim rescue datang. Namun malang, karena pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.07 Lilie dan Elsa sudah dinyatakan meninggal.

Kemungkinan Hipotermia Saat Pendakian Carstensz Pyramid

Pendakian singkat ke Carstensz Pyramid dapat dilakukan dalam waktu sekitar 14 jam, berdasarkan informasi dari seorang operator jasa pendakian. Waktu ini adalah waktu ideal untuk mencapai puncak dan kembali. Namun, perlu diingat, waktu yang lebih lama dari itu bisa meningkatkan risiko hipotermia, terutama jika cuaca tidak bersahabat.

Bagi pendaki yang dalam kondisi sehat dan berpengalaman, waktu pendakian normal menuju puncak Gunung Carstensz diperkirakan sekitar 12 jam. Namun, waktu ini hanya untuk perjalanan menuju puncak dan tidak termasuk waktu untuk turun.

Seperti yang kita tahu, setiap pendaki memiliki kemampuan dan pengalaman yang berbeda-beda. Oleh karena itu, waktu yang dibutuhkan bisa bervariasi.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi waktu pendakian, antara lain:

  • Kondisi Cuaca: Cuaca yang buruk dapat memperlambat laju pendakian dan meningkatkan risiko kecelakaan.
  • Tingkat Kebugaran Pendaki: Pendaki yang lebih fit dan berpengalaman biasanya dapat menyelesaikan pendakian lebih cepat dibandingkan yang kurang berpengalaman.
  • Jalur yang Dipilih: Setiap jalur memiliki tingkat kesulitan dan panjang yang berbeda, yang tentunya mempengaruhi waktu pendakian.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6