PKPI Sulit Penuhi Kuota 30% Caleg Perempuan

Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) mengaku sulit memenuhi kuota 30 persen perempuan untuk menjadi Daftar Caleg Sementara (DCS).

Diterbitkan 03 April 2013, 13:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Setelah disahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai peserta Pemilu 2014, Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) mengaku sulit memenuhi kuota 30 persen perempuan untuk masuk Daftar Caleg Sementara (DCS). Hingga kini, PKPI mengklaim baru ada 140 orang yang mendaftar sebagai DCS.

Ketua Bappilu PKPI Letjen Purn Yusuf Kartanegara menyatakan, kesulitan itu muncul lantaran partai bernomor urut 15 ini baru disahkan KPU pada Senin 25 Maret lalu.

"Untuk memenuhi 30 persen perempuan, kami mengakui agak kesulitan. Dan kami akan jemput bola, terutama menjaring perempuan di daerah-daerah," ucap Yusuf di Kantor DPP PKPI, Jakarta, Rabu (3/4/2014).

Ia menjelaskan, sulitnya menjaring perempuan dari daerah lantaran masih adanya ikatan adat yang kuat pada kearifan lokal mereka. Misalnya di Nusa Tenggara Timur, perempuan sangat sedikit yang melek politik. Wanita di tempat itu lebih cenderung terikat dengan adat ketimbang politik.

"Perempuan di sana yang terikat oleh adat kedaerahan misalnya di NTT, tingkat keinginan politik kecil. Kecuali mereka yang pernah menempuh pendidikan di luar NTT, terutama mereka yang pernah mengenyam pendidikan di Pulau Jawa," jelas Yusuf.

Karena itu, lanjut dia, PKPI akan menjaring caleg dengan cara jemput bola dengan memanfaatkan sayap-sayap partai. "Ada sayap perempuan akan kami manfatkan, dan kami juga akan siap pembentukan sayap baru. Ini kami lakukan untuk jemput bola itu, ya gara-gara ketinggalan penetapan KPU kemarin, jadi baru sekarang (dilakukan)," urai Yusuf.

Mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung ini menegaskan, pihaknya kini masih memenuhi sepertiga dari caleg yang mendaftar.

"Kuota 30 persen perempuan, baru terisi sepertiga minimal 50 persen. Kalau parliamentary threshold 3,5 persen, jadi suara kurang lebih 7 juta suara yang mesti kami dulang untuk nasional (DPR RI)," pungkas Yusuf.(Ali)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6