Sukses

Ledakan Eka Hospital, Managemen RS Sebut Tak Ada Korban Jiwa

Liputan6.com, Jakarta Managemen Eka Hospital mengklaim ledakan di rumah sakit tersebut hanyalah karena overheating (panas berlebih) akibat kelebihan daya. Overheating itulah yang menyebabkan percikan api di ruang radiologi Eka Hospital

Pada siaran tertulis yang diterima jurnalis, pihak Eka Hospital BSD mengonfirmasi percikan api itu dihasilkan dari Unit Power Supply (UPS) karena kelebihan daya.

Pihak RS mengklaim insiden ledakan Eka Hospital ini telah tertangani dengan baik dan kegiatan operasional berangsur berjalan normal.

"Tidak ada korban jiwa baik dari pasien maupun karyawan rumah sakit dari insiden tersebut danEka Hospital terus memastikan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi pasien," tulis manajemen Eka Hospital yang telah dikonfirmasi Liputan6.com ke humas rumah sakit itu, Kamis (21/9/2023). 

Eka Hospital, tulis siaran tersebut, telah bekerja sama dengan aparat terkait untuk menangani hal itu.

"Manajemen Eka Hospital terus berkoordinasi dan memastikan kejadian ini tertangani dengan baik dan sesuai prosedur," sebut pihak Eka Hospital.

"Eka Hospital juga memastikan telah memiliki protokol penanganan kejadian dan tetap melakukan perbaikan secara terus-menerus (continuous improvement) pada seluruh kegiatan operasional. Sesuai peraturan dan perundang-undangan, baik di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi maupun Nasional, guna memastikan kelangsungan usaha dan komitmen Eka Hospital kepada seluruh pemangku kepentingan terkait," lanjutnya usai ledakan di Eka Hospital.

 

2 dari 2 halaman

Mesin Terbakar Diletakan di Halaman Rumah Sakit

Sementara, pantauan Liputan6.com, mesin yang diduga mengeluarkan percikan api tersebut digeletakan di samping tanah kosong dekat parkiran motor.

Mesin berbentuk kotak dan beroda tersebut, hangus dan tertutup terpal berwarna putih. Lalu, dilingkari garis polisi.

Awak media yang ingin mengambil gambar pun sempat dihalangi oleh sejumlah petugas keamanan di lokasi kejadian.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini