Sukses

Bom di Bandara Diduga Terkait Kasus Aceh

Liputan6.com, Jakarta: Ledakan bom di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tadi pagi, kemungkinan terkait dengan konflik di Nanggroe Aceh Darussalam dan proses peradilan terhadap sejumlah orang yang dituduh terlibat aksi terorisme. Pernyataan tersebut dikemukakan Menteri Koordinator Politik Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers di Ruang Very Very Important Person Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Ahad (27/4) pagi, usai menjemput Presiden Megawati Sukarnoputri setelah melawat ke Rumania, Rusia dan Polandia [baca: Sebuah Ledakan Mengguncang Bandara Soekarno-Hatta].

Yudhoyono menjelaskan, ada dua ancaman permanen di Indonesia, yaitu separatisme di Aceh, Papua, dan Maluku. Ancaman lain adalah terorisme. Sinyalamen Menko Polkam tersebut cukup beralasan. Sebab, ada dua peristiwa mencolok yang mendukung dugaan tersebut. Pertama, semakin menegangnya konflik di Aceh menyusul batalnya pertemuan Dewan Bersama di Jenewa, Swiss antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka dengan mediator Henry Dunant Center (HDC). Kedua, proses peradilan yang menyidangkan terdakwa Kiai Haji Abu Bakar Ba`asyir yang dimulai Rabu silam. Ba`asyir disebut-sebut sebagai tokoh yang berencana menggulingkan pemerintahan yang sah.

Dugaan Yudhoyono itu dikuatkan dengan pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar. Menurut dia, dari 13 tersangka peledakan bom di Medan, Sumatra Utara, yang delapan di antaranya sudah tertangkap semuanya adalah anggota GAM [baca: Otak Peledakan Bom Medan Dibekuk]. Bila dikaitkan dengan terorisme, Da`i menyatakan, masih banyak pelaku yang terkait dengan pelaku peledakan bom di Bali belum tertangkap. Ditambah lagi, masih banyak pelaku peledakan bom selama 2001 dan 2002 seperti di Graha Cijantung, Jakarta Timur dan Atrium, Jakarta Pusat, belum tertangkap.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Perhubungan Agum Gumelar belum bisa memberikan keterangan lengkap mengenai ledakan bom di bandara. Agum berharap polisi menyelidiki kasus tersebut secara tuntas. Sedangkan mengenai penjagaan keamanan, lanjut Agum, sebenarnya sejak lama ruang-ruang publik di bandara sudah dijaga anggota Brigade Mobil.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)