Sukses

Detik-Detik Rudolf Bunuh Icha di Apartemen

Liputan6.com, Jakarta - Tersangka Christian Rudolf Tobing (36) tega menghabisi temannya sendiri Ade Yunia Rizabian (36) alias Icha lantaran sakit hati. Pembunuhan tersebut sudah direncanakan dan dilakukan di sebuah apartemen Green Pramuka Square, Jakarta Pusat,

Detik-detik pembunuhan Icha diketahui usia penyidik Subdit Jatanras Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi adegan di salah satu tower apartemen Green Pramuka.

Rekonstruksi di apartemen dimulai dengan adegan Rudolf menerima kunci unit kamar apartemen pada 17 Oktober 2022 yang sebelumnya sudah dipesan pada 14 Oktober 2022.

Dilanjutkan pun dengan adegan Rudolf yang menaiki lift apartemen yang sudah membawa sebuah troli berwarna merah dengan beberapa tas miliknya juga dan langsung masuk ke dalam kamar.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Sempat Cek CCTV di Unit Apartemen

Tak ingin rencana pembunuhannnya terkuak, Rudolf sempat memeriksa seisiruangan apartemen yang diperiksa khawatir ada CCTV yang terpasang.

"Tersangka menyalahkan lampu senter hp dan mengecek tiap ruangan untuk memastikan tidak ada CCTV di kamar apartemen," ujar salah seorang penyidik yang memandu rekonstruksi, Rabu (7/12).

Merasa sudah aman, Rudolf pun menunggu waktu yang dijanjikan untuk menjemput Icha pada 17 Oktober sekitar pukul 11.30 WIB di Kencana Tower, Meruya Ilir, Jakarta Barat.

3 dari 4 halaman

Buat Video Promosi Keperluan Podcast

Reka adegan pun berlanjut dengan setibanya Rudolf bersama Icha di unit apartemen yang sudah dipesan. Di sana mereka sempet berbincang mengenai podcast yang sudah disepakati.

Pembahasan mengenai podcast itu diperbincangkannya pada hari yang sama saat Rudolf sudah memesan apartemen yang menjadi lokasi eksekusi.

Namun sebelum membuat podcast, Rudolf ingin membuat sebuah konten video promosi. Lantaran tersangka sempat mengiming-imingi ada pihak sponsor dalam podcast mereka.

"Tersangka sempat berbincang dahulu untuk membuat sebuah video promosi dari kalung energi itu, video tersebut berupa Icha yang diikat tali ties lalu Rudolf tertawa tapi Icha bisa melepas tali seakan-akan berkat kalung energi," ujar penyidik.

Lantas pun Icha mengiyakan permintaan Rudolf bahkan dirinya tidak merasa ada yang curiga meskipun dirinya diminta diikat dengan tali ties.

Pada reka adegan yang diinstruksikan, keduanya tampak melakukan sesi latihan terlebebih dahulu sambil mencoba merekam dengan Hp merk Xiaomi milik Rudolf. Kaki dan tangan Icha yang sempat diikat juga sudah dilepas.

Merasa sudah sesuai dengan ekspektasi, pria dengan badan gempal itu lantas mulai melancarkan aksinya. Ia sempat mengikat kembali tali ties ke kaki dan tangan korban. Meskipun Icha masih beranggapan bahwa akan dimulainya membuat konten video.

"Tersangka kembali mengikat korban di bagian kaki dan kedua tangan dibelakankan dengan tali ties, lalu tersangka mengatakan 'sebenernya podcast itu gak ada tau, soal duit dari sponsor juga gak ada' lalu korban menjawab 'apaan sih lu gak lucu tau gak'," jelas penyidik.

Mengetahui hal itu korban langsung marah dan meminta agar ikatannya untuk dilepas.

" Tersangka menampar Ica dengan tangan kanan dan berkata 'diam' dan Ica langsung diam, lalu tersangka mengutarakan semua unek-unek yang mengganjal,"

Cekcok pun tak terelakan, hingga akhirnya Rudolf meminta kepada Icha untuk mentransfer uang sebesar Rp 19 juta kepadanya. Dengan alasan eror, transaksi akhirnya batal terjadi.

4 dari 4 halaman

Sempat Ragu

Tepat sebelum Rudolf meminta agar ditansferkan dari rekening Icha, ia melepaskan seluruh ikatan dan korban.

Setelahnya, Rudolf menanyakan apabila dirinya melepas Icha apakah akan melapor ke pihak polisi. Icha hanya merespon dengan menggelengkan kepala yang mengartikan tidak akan melapor. Meskipun sudah mendapatkan jawaban, Rudolf nampak tidak percaya dan kembali mengikat korban dengan tali ties dan menyumpal mulut korban dengan lakban.

Dengan alasan ingin menenangkan diri, pelaku sempat merenungkan dirinya sejenak dan mulai membunuh Icha dengan cara mencekik hingga tewas. Untuk memastikan korban betul-betul tidak bernyawa, Rudolf memeriksa nafas jenazah korban dengan menempelkan jarinya ke bagian hidung jenazah.

Setelah menghabisi nyawa korban, Rudolf langsung bergegas ke bawa kolong tol Becakayu pada malam hari untuk membuang jenazah yang sudah bungkus kantong plastik hitam.

Sumber: Rahmat Baihaqi/Merdeka.com

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS