Sukses

Mahfud Md: Tersangka Tragedi Kanjuruhan Diumumkan Malam Ini

Liputan6.com, Jakarta - Tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menelan 131 korban jiwa, akhirnya menemukan titik terang. Menurut Menko Polhukam Mahfud Md, malam ini akan diumumkan tersangka hal tersebut, baik pidana dan etik.

"Insyaallah, malem ini Kapolri akan mengumumkan tersangka pelaku tindak pidana dan terduga pelanggaran etik," kata Mahfud dalam cuitannya di Twitter seperti dilihat Liputan6.com, Kamis (6/10/2022).

Mahfud menyatakan, dengan adanya tersangka maka akan mempermudah investigasi yang dilakukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan yang dibentuk dengan Kepres 19/2022.

Mahfud menilai, terkait tragedi Kanjuruhan, dalam dua tiga hari ini TGIPF tengah berkonsentrasi dalam menolong korban, baik yang dirawat dan korban jiwa.

"Presiden sudah menginstruksikan penghentian pertandingan Liga sampai selesai evaluasi total. Artinya ini harus diselidiki dulu duduk perkaranya," tandas Mahfud Md.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

30 Supporter Bola Desak TGIPF Tuntaskan Tragedi Kanjuruhan

Akmal Marhali, Perwakilan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, menerima kunjungan perwakilan 30 supporter di Kantor Kemenko Polhukam. Menurut dia, para perwakilan supporter itu memberikan masukan untuk sepakbola Indonesia yang lebih baik.

“Mewakili tim pencari fakta yang sebagian sudah berangkat ke Malang, hari ini kita menerima kehadiran perwakilan suppoter seluruh Indonesia yang diwakili 30 supporter. Mereka menyampaikan unek-unek mereka untuk menyelamatkan sepakbola Indonesia,” kata Akmal saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Akmal menambahkan, negara telah mengamanatkan tim pencari fakta untuk mengusut tuntas segala kasus yang terjadi dan menegakkan aturan bagaimana sepak bola Indonesia menjadi lebih baik.

“Ini dukungan moral yang sangat besar sekali dari para supporter yang saat ini menjadi korban di Kanjuruhan. Kita berharap ke depan supporter dapat menjadi pahlawan penyelamatan Sepakbola Indonesia dan tim pencari fakta akan sangat terbuka untuk saran dan kritik, sekaligus untuk mengusung langkah terbaik untuk sepakbola indonesia ke depannya,” jelas Akmal.

Senada dengan itu, Andi Peci selaku perwakilan pendukung BONEK, mengaku menyampaikan tuntutan yang harus dilakukan oleh tim gabungan independen pencari fakta tragedi (TGIPF) untuk Tragedi Kanjuruhan.

“Kami ingin diselesaikan tidak hanya sekedar diselesaikan tapi memang harus terang benderang, siapa yang harus bertanggung jawab, hukumannya, dan sebagainya itu harus segera diputuskan,” dia menandasi.

3 dari 4 halaman

Polri Dalami CCTV Pintu 9 hingga 14 Stadion, Tempat Banyak Korban Saat Tragedi Kanjuruhan

Tim Investigasi Polri melakukan pendalaman dan analisa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) terkait kejadian tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan bahwa seluruh rekaman CCTV yang ada sudah dilakukan analisa dan pendalaman untuk dijadikan satu alat bukti terkait tragedi Kanjuruhan.

"Sudah dilakukan analisa dan pendalaman dan itu merupakan salah satu alat bukti petunjuk yang menjadi bahan penyidikan maupun analisa tim penyidik," kata Dedi dalam jumpa pers di Polres Malang, Rabu malam, 5 Oktober 2022.

Dedi menjelaskan, rekaman CCTV yang dilakukan pendalaman dan analisa oleh penyidik tersebut, merupakan rekaman dari pintu 9 hingga 14 di Stadion Kanjuruhan. Pada titik-titik itu, banyak korban berjatuhan.

Menanggapi adanya rekaman yang beredar terkait petugas menghalang-halangi penonton yang akan keluar dari area stadion, Dedi mengatakan, sebenarnya saat itu anggota polisi yang bertugas sedang melakukan proses evakuasi.

"Anggota Polri saat mengevakuasi kepanikan itu, terjadi semacam boleh dikatakan dihalang-halangi, dilempar, kemudian terjadi lari. Pada pintu 13 dan 14, anggota polisi ada yang meninggal dunia," tutur dia yang dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, dalam upaya untuk mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi di Stadion Kanjuruhan tersebut harus dipandang secara utuh dan komprehensif, termasuk bagaimana kondisi stadion, terkait statuta FIFA dan sejumlah aturan lain dalam pertandingan.

"Itu sedang dikaji oleh tim. Terkait (Panpel Arema FC), ada pendalaman, masih ada beberapa keterangan yang dibutuhkan tim," ujarnya.

4 dari 4 halaman

Menko Muhadjir Minta Trauma Healing Jangkau Semua Korban Tragedi Kanjuruha

Layanan trauma healing dari berbagai komunitas dilibatkan pasca tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Mereka membantu penanganan bukan hanya untuk para korban, tapi juga masyarakat yang terdampak secara psikologis atas peristiwa tersebut.

Tragedi Kanjuruhan Malang merenggut banyak korban jiwa. Berdasarkan data sementara, ada 130 orang meninggal dunia dan ratusan orang terluka. Peristiwa itu juga menyisakan pengalaman traumatik ke banyak orang. 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, tak memungkiri banyak masyarakat yang butuh layanan healing guna memulihkan mental mereka. Sehingga layanan trauma healing tak hanya difokuskan kepada korban langsung dan keluarganya saja.

"Jangan hanya fokus kepada korban cedera atau penonton di stadion saja, tapi juga semua yang punya masalah psikologis karena peristiwa ini," kata Muhadjir di Malang, Kamis, (6/10/2022).

Ia meminta semua tim layanan healing yang didalamnya juga terdapat beberapa dinas di bawah Pemda untuk menelusuri semuanya.

Ia menyebut banyak keluarga yang tak ikut menonton juga mengalami trauma. Sebab ada anggota keluarga mereka yang jadi korban. Atau penonton yang meski selamat tapi menyaksikan langsung tragedi maut itu masih mengalami dampak psikologis sampai hari ini.

"Semua harus ditelisik, jangan sampai tragedi itu berdampak buruk berkepanjangan pada masyarakat," ujar Muhadjir.

Tim Trauma Support Mobility dilengkapi kendaraan operasional. Hal itu diharapkan memudahkan mereka dalam bekerja, termasuk jemput bola ke rumah warga. Pemkab Malang juga diminta memperluas jangkauan data untuk mendeteksi korban tragedi Stadion Kanjuruhan yang terdampak secara psikologis.

"Tim bisa datang langsung ke klien, pemkab juga sudah memperluas datanya untuk mendeteksi siapa yang butuh trauma healing," kata Muhadjir.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.