Sukses

Pasien Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet per Hari Ini 26 Mei 2022 Hanya 20 Orang

Liputan6.com, Jakarta - Tower 5, 6, dan 7 Rumah Sakit Darurat (RSDC) Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat masih terus merawat pasien virus corona. Hingga hari ini, Kamis (26/5/2022) pukul 08.00 WIB, total pasien Covid-19 di fasilitas isolasi terpusat itu berjumlah 20 orang.

"Bertambah 4 dari data semula 16 orang," kata Pegawai Harian Lepas (PHL) Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Septiono Prayogo dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

Yoga, sapaan akrab Septiono Prayogo, merinci jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Tercatat pasien tersebut terdiri dari 9 pria dan 11 wanita.

Terhitung sejak 23 Maret 2020 hingga 26 Mei 2022, RSDC Wisma Atlet Kemayoran sudah merawat 164.268 pasien Covid-19.

Sementara itu, pemerintah melaporkan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Tercatat total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 nasional mencapai 6.053.424 orang setelah ada penambahan 315 orang pada Rabu (25/5/2022) pukul 12.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, total sebanyak 5.893.860 orang dinyatakan sudah sembuh. Sementara total pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai 156.553 jiwa. Saat ini, kasus aktif Covid-19 di seluruh Indonesia tersisa 3.078 pasien yang masih menjalani perawatan atau isolasi.

Sementara itu, pemerintah juga tercatat telah melakukan pemeriksaan terhadap 98.357.716 spesimen dari 64.878.412 orang sejak awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia.

 

Reporter: Titin Supriatin

Merdeka.com

2 dari 4 halaman

Jabodetabek Masuk PPKM Level 1

Pemerintah kembali memperpanjang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali, mulai 24 Mei sampai 6 Juni 2022. Total ada 41 daerah di Jawa-Bali yang kini berstatus PPKM level 1, salah satunya wilayah aglomerasi Jabodetabek.

Hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 26 tahun 2022 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Aturan ini diteken Mendagri Tito Karnavian pada 23 Mei 2022.

"Instruksi Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 24 Mei 2022 sampai dengan tanggal 6 Juni 2022," demikian bunyi Inmendagri sebagaimana dikutip Liputan6.com dari salinannya, Selasa 24 Mei 2022.

Dirjen Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal mengatakan bahwa evaluasi PPKM yang dilaksanakan setiap 2 minggu ini menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Hasilnya, sejumlah daerah kini berhasil masuk ke PPKM level 1.

"Kita lihat data perubahan jumlah daerah pada setiap level PPKM baik di Jawa Bali dan di Luar Jawa Bali menunjukkan kondisi yang semakin membaik, dengan meningkatkan jumlah daerah yang berada di Level 1, termasuk Jabodetabek," kata Safrizal dikutip dari siaran persnya.

Disisi lain, kata dia, jumlah daerah yang berstatus PPKM level 2 mengalami penurunan dari yang semula 116 daerah menjadi 86 daerah. Adapun daerah PPKM Level 3 tetap berjumlah 1 daerah yakni, Kabupaten Pamekasan.

"Serta tidak ada daerah di Level 4," ucapnya. 

3 dari 4 halaman

Jokowi Sebut Tak Ada Lonjakan Covid-19 Pasca-Mudik

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pelaksanaan mudik Lebaran tahun 2022 berjalan dengan tertib dan sesuai dengan anjuran serta aturan yang ditetapkan pemerintah. Dia mengatakan tak ada lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan usai mudik Lebaran.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan sejumlah menteri terkait evaluasi mudik Lebaran tahun 2022 di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (24/5/2022).

"Alhamdulillah mudik kemarin berlangsung aman dan sehat, tanpa ada peristiwa yang berakibat fatal serta tidak ada penambahan kasus Covid-19 yang berarti," kata Jokowi dikutip dari siaran persnya, Selasa.

Berdasarkan data yang diterima Jokowi, jumlah penumpang umum pada H-7 serta H+7 Lebaran tahun 2022 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2019. Hal ini disebabkan adanya peralihan kepada moda kendaraan pribadi.

Selain itu, kejadian kecelakaan pada mudik Lebaran tahun 2022 juga mengalami penurunan sebesar 45 persen dibandingkan tahun 2019 yaitu dari 3.199 kasus menjadi 1.763 kasus.

"Dari survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia, mayoritas masyarakat menyatakan kepuasannya terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini. Saya kira ini diapresiasi oleh masyarakat," jelas Jokowi. 

4 dari 4 halaman

Penanganan Covid-19 di Indonesia Dipuji PBB

Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Abdulla Shahid mengapresiasi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Dia mengaku senang Indonesia dapat menggelar acara internasional secara tatap muka.

Hal tersebut disampaikan Abdulla Shahid saat menyampaikan sambutan pada The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Rabu (25/5/2022).

"Kami semua sangat senang melihat Bali, berkumpul acara tatap muka hari ini dalam skala besar. Saya telah diberitahu bahwa sekitar tujuh ribu peserta telah mendaftar untuk pertemuan hari ini," kata Abdulla Shahid dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Rabu. 

"Ini merupakan bukti komitmen kuat dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Yang Mulia Presiden Joko Widodo untuk memerangi Covid-19 dan mengembalikan negara ke jalur pemulihan," sambungnya.

Abdulla juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah Indonesia yang telah menjadi tuan rumah GDPRR 2022 di tengah pemulihan global dari Covid-19.

"Saya ingin menyampaikan penghargaan yang tulus kepada pemerintah Indonesia yang telah menjadi tuan rumah platform global pengurangan risiko bencana serta memberikan pujian, baik Indonesia, maupun UNDDR atas usaha bersama ini," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Amina Jane Mohammed yang mengapresiasi sejumlah langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dalam penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air. Sehingga, konferensi GPDRR 2022 dapat digelar secara tatap muka dan aman.

Dia juga mengapresiasi pencapaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Amina menilai tak mudah bagi pemerintah Indonesia memvaksinasi 270 juta populasi.

"Memvaksinasi populasi 270 juta adalah prestasi besar, dan kami memuji kepemimpinan Indonesia atas program vaksinnya untuk menjaga semua orang aman," jelas Amina.