Sukses

Pengeroyok Anggota TNI di Penjaringan hingga Tewas Berjumlah 6 Orang

Liputan6.com, Jakarta - Jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara bersama Unit Reskrim Polsek Penjaringan masih mendalami kasus pengeroyokan yang berujung meninggalnya anggota TNI AD. Berdasarkan hasil penyelidikan, terduga pelaku berjumlah enam orang.

"Dari hasil pemeriksaan kita dapatkan hasil bahwa pelaku berjumlah 6 orang," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Wibowo dalam keterangannya, Senin (17/1/2022).

Wibowo menerangkan, penyidik telah memeriksa 11 orang sebagai saksi kasus pengeroyokan, 10 di antaranya dari masyarakat biasa, satu lainnya dari rekan korban TNI.

Berdasarkan keterangan saksi, korban saat itu sedang minum kopi dan tiba-tiba dihampiri rombongan pelaku.

"Pelaku menanyakan asal-usul dari orang-orang yang ditanya dari kelompok tertentu karena korban tidak menjawab dipukul oleh salah satu pelaku. kemudian dibalas pukul oleh korban. Pada saat korban membalas pukul ini langsung dipiting oleh pelaku lain yang tadi sudah kita amankan dan ditusuk oleh pelaku lain," papar dia.

Wibowo menerangkan, antara korban dengan pelaku tidak saling kenal dan tidak ada masalah sebelumnya. Ada tiga orang korban dalam kasus pengeroyokan tersebut, satu di antaranya meninggal dunia.

Wibowo mengungkapkan, korban meninggal merupakan anggota TNI dari Batalyon Infanteri Raider 303, Garut. Kebetulan korban sedang berobat terapi di Jakarta dan saat itu sedang ngopi di wilayah Penjaringan.

"Salah satu korban dari rekan kita TNI yang MD (meninggal dunia) dan dua orang dari masyarakat pedagang setempat yang saat ini satu masih dirawat dan satu lagi sudah kembali," tandas dia.

 

2 dari 2 halaman

3 Pelaku Ditangkap

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, terduga pelaku pengeroyokan yang berhasil ditangkap bertambah. Sejauh ini, ada tiga orang yang telah diamankan di Polres Metro Jakut.

"Hari ini informasinya baru tiga yang diamankan," kata dia kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

Zulpan belum bersedia menjelaskan secara gamblang. Dia mengatakan, pihaknya masih memburu terduga pelaku lain. Sehingga bisa dibeberkan secara mendetail dalam konferensi begitu penyelidikan rampung.

"Sekarang tim masih bergerak, kan itu kasus pengeroyokannya pelaku lebih dari satu. Mudah-mudahan segera ketangkap semua," ujar dia.