Sukses

Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu Bareng PAN dan PPP, Airlangga Hartarto Jadi Game Changer 2022

Liputan6.com, Jakarta - Pada 2022 ini, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto membuat langkah politik yang tidak biasa dengan membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

Pembentukan KIB ini pun menjadi political drive di Tanah Air yang kemudian juga membentuk tren politik baru, di mana manuver berkoalisi dan persiapan menuju Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 dimulai.

Karena perannya ini, Airlangga Hartarto pun bisa disebut sebagai game changer 2022. Sebab, menurut Airlangga, ada sejumlah alasan hingga dirinya nekat membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

"Pertama, politik di Indonesia itu memerlukan kerjasama antara peserta politik, terutama di agenda-agenda Pemilu di tahun 2024. Berdasarkan pengalaman Partai Golkar, kami sudah mengikuti pembentukan koalisi di menit-menit terakhir dan itu tidak diikuti dengan soliditas yang kuat dari koalisi itu sendiri. Sehingga tidak optimal untuk partai-partai politik yang berada di dalam koalisi," ujar Airlangga melalui keterangan tertulis, Senin (10/10/2022).

Dia menjelaskan, berdasarkan pengalaman Partai Golkar mulai Pemilihan Umum atau Pemilu 2004, 2009, 2014 dan 2019, partai berwarna kuning itu dalam pandangan tokoh seniornya, diminta agar persiapan dilakukan lebih awal.

"Karena tentu banyak hal yang perlu disatukan, visi misi, kerjasama di level DPP serta kerjasama di pusat dan daerah, termasuk provinsi dan kabupaten/kota. Oleh karena itu, langkah ini memerlukan sebuah mekanisme tersendiri dan membutuhkan kegiatan bersama. Bagaimana dengan kegiatan bersama itu nantinya akan terlihat kerjasama yang baik antar partai politik," papar Airlangga.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Alasan Selanjutnya dan Soal Capres Cawapres

Menurut Airlangga, alasan kedua dibentuknya KIB yaitu guna menghindari politik identitas jelang Pemilu 2024.

"Kedua, tentu kita ingin menghindari politik identitas karena politik identitas itu membuat, kalau istilah di dalam pandemi Covid-19, adalah scar yang lama. Sehingga tentu ini tidak cocok pada saat kita menghadapi gelombang ketidakpastian ke depannya yang luar biasa," tutur dia.

Terkait calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Airlangga menegaskan jika partainya dan KIB pastinya sudah memiliki calon tersendiri untuk diusung pada Pilpres 2024 mendatang.

"KIB itu mempunyai calon tersendiri dan KIB sudah bersepakat bahwa calon itu adalah yang berkiprah di partai. Tentu perlu kita tegaskan juga bahwa komunikasi dengan partai politik itu cair, jadi komunikasi dengan partai politik, termasuk dengan ketua-ketua umum," terang dia.

Airlangga pun kemudian mencontohkan pertemuannya dengan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani pada akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu 8 Oktober 2022.

"Seperti pertemuan pada akhir pekan kemarin, tentu Ibu Puan (Maharani) mempunyai mandat untuk berkomunikasi dengan partai politik lain. Bagi Ibu Puan, ini adalah roadshow keempat. Sedangkan kami, Partai Golkar, kita sudah lebih dulu berkomunikasi dengan pimpinan partai politik lain, termasuk Gerindra, termasuk dengan Pak Surya Paloh (Nasdem) dan juga dengan Pak AHY (Demokrat) dan tokoh-tokoh parpol lain, termasuk juga dengan teman-teman di PKS," beber dia.

"Jadi tentu, seluruhnya ini kita hanya mendorong persamaan persepsi ke depan. Itu adalah suatu keharusan, terutama bagi negara, bukan hanya Indonesia, yang sedang menghadapi ketidakpastian. Kita harus menyukseskan kepemimpinan dan pembangunan Bapak Presiden Joko Widodo sampai tahun 2024 dan ini harus kita kawal bersama. Apalagi, KIB seluruhnya berada di pemerintahan dan PDIP juga ada di pemerintahan. Sehingga kita dorong untuk memperkuat soliditas," sambung Airlangga.

 

3 dari 3 halaman

Airlangga Siap Jadi Cawapres?

Sementara itu, terkait hasil survei LSI Danny JA yang mengunggulkan dirinya sebagai cawapres 2024 mendampingi capres Ganjar Pranowo, Airlangga menilai itu semua tergantung perkembangan politik.

"Pembentukan KIB sudah jadi satu tiket sendiri. Tiket itu adalah sarana yang akan digunakan dalam pilpres mendatang. Karena itu, sekarang yang sudah memiliki tiket itu adalah PDIP, kemudian KIB dan juga Partai Gerindra dengan PKB," kata dia.

"Tentu kita akan terus mendorong tujuan dari partai politik itu sendiri, tentu arahnya ke sana (capres dan cawapres). Tapi seluruhnya tergantung perkembangan politik ke depannya," jelas Airlangga.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS