Sukses

Kepala BNPB Minta Pemkab Pandeglang Percepat Data Rumah Rusak Akibat Gempa

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau lokasi gempa bumi di Kabupaten Pandeglang, Banten pada Sabtu (15/1/2022).

Ia meminta Pemkab Pandeglang mempercepat pendataan dan verifikasi rumah-rumah warga terdampak gempa bumi sesuai kriteria dan kondisi kerusakan. Sehingga dengan data tersebut, maka bantuan dan dukungan lainnya dapat segera disalurkan.

“Mohon nanti segera didata dan diverifikasi ulang, ya. Agar mereka (warga terdampak) dapat segera kita bantu dan dukung untuk pemulihan,” kata Suharyanto dalam keterangannya, Minggu (16/1/2022).

Hal itu disampaikan Kepala BNPB saat meninjau lokasi bencana di Desa Cigeulis, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang. Di lokasi tersebut, dia melihat langsung kondisi rumah warga yang rusak di bagian dinding dan atap.

Pada kesempatan itu, Suharyanto juga berdialog bersama warga pemilik rumah yang terdampak gempa bumi.

Mantan Pangdam V Brawijaya itu menyarankan agar bangunan rumah sebaiknya dibuat lebih kokoh dengan pondasi yang tahan guncangan gempa. Sebab yang menjadi ancaman bukan gempa buminya, namun struktur bangunan yang tak kuat menahan guncangan.

“Bangunan harus dibuat kukuh agar tahan gempa bumi,” kata Suharyanto.

2 dari 2 halaman

Tinjau Puskesmas Terdampak Gempa

Sebelumnya, lokasi pertama yang dikunjungi Suharyanto adalah gedung UPT Puskesmas DTP Sumur yang berlokasi di jalan raya Taman Nasional Ujung Kulon, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang.

Suharyanto melihat kondisi gedung fasilitas kesehatan yang rusak, khususnya di bagian langit-langit dan beberapa dinding retak di lantai dua.

Suharyanto berharap agar kerusakan tersebut dapat segera diperbaiki sehingga pelayanan kesehatan masyarakat bisa cepat dilakukan. Tentunya perbaikan tersebut harus lebih baik dan memperhatikan faktor kenyamanan dari guncangan gempa bumi.

“Kami berharap dapat segera dibenahi, agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat dilaksanakan,” jelas Suharyanto.