Sukses

Sumur Resapan Dinilai Tak Efektif, Ini Pesan Ketua DPRD ke Pemprov DKI Jakarta

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebut pembuatan sumur resapan di kawasan Adityawarman, Jakarta Selatan merupakan upaya penanggulangan banjir yang merusak. Yakni dapat menghambat pengguna lalu lintas.

Hal tersebut berdasarkan unggahan Prasetyo dalam akun media sosial Instagram @prasetyoedimarsudi.

"Mengambil sebagian ruang badan pada jalan dan menghambat pengguna lalulintas," kata Prasetyo dalam unggahan tersebut, Rabu (1/12/2021).

Menurut dia, sumur resapan yang digencarkan oleh Pemprov DKI Jakarta tidak efektif diterapkan di Ibu Kota. Sebab merugikan banyak pengguna jalan.

"Karena jalanan menjadi bergelombang, berbeda tinggi, bahkan beberapa waktu lalu kita semua mendengar kalau ada sumur resapan yang baru dibangun tapi langsung jebol," ucapnya.

Karena hal itu, politikus PDIP tersebut menyatakan DPRD DKI telah menyepakati adanya pengurangan anggaran pembangunan sumur resapan di Jakarta. Yakni yang semula sebesar Rp 322 miliar menjadi Rp 120 miliar.

"Pesan saya sering-seringlah turun ke lapangan untuk melihat langsung tingkat efektivitas pengendalian banjir di ibu kota. Ingat permasalahan banyak bukan di atas meja, tapi di lapangan," jelas dia.

Sebelumnya, komentar negatif juga datang dari Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan. Dia mengkritik Pemprov DKI Jakarta yang membangun sumur resapan di atas trotoar dekat Banjir Kanal Timur (BKT) Jakarta Timur. Kritik disampaikan karena BKT berfungsi untuk menangkal banjir sehingga sumur tidak perlu lagi dibangun di dekatnya.

"Ini lucu, yakni dibangun dekat dengan sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Apa pula gunanya membuat sumur resapan yang posisinya di samping sungai BKT yang begitu besar dan panjang?" kata Azas dalam keterangan resminya yang dikutip Liputan6.com, Jumat (12/11/2021).

 

2 dari 2 halaman

Proyek Tak Ada Guna

Azas menegaskan bahwa proyek sumur resapan yang dibangun dekat BKT tidak ada gunanya. Menurut dia, sumur yang dibangun itu bukan untuk menyerap air, melainkan menyerap anggaran Pemprov DKI Jakarta.

"Jadinya memang pembuatan sumur resapan Anies adalah untuk resapan anggaran dalam APBD Jakarta 2021, bukan untuk sumur resapan air," kata dia.