Sukses

4 Fakta Penyerangan Puskesmas Distrik Kiwirok Papua

Liputan6.com, Jakarta - Duka mendalam dirasakan usai kejadian penyerangan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Papua pada Senin, 13 September 2021.

Aksi penyerangan yang terjadi di Puskesmas Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua itu melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Dua nakes terjatuh ke jurang saat berupaya menyelamatkan diri. Satu nakes ditemukan selamat, sementara satu lainnya meninggal dunia.

"Kalau informasi yang kita dapatkan benar (dua nakes jatuh ke jurang)," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi kepada merdeka.com, Kamis 16 September 2021.

Namun proses evakuasi jenazah nakes meninggal dunia bernama Gabriela Meilan (22) dihentikan lantaran petugas gabungan ditembaki Kelompok Separatis Teroris (KST) di Distrik Kiwirok, Papua.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm Reza Nur Patria mengatakan, penembakan terjadi saat tim evakuasi hendak turun ke jurang tempat ditemukannya jenazah nakes tersebut.

"Jadi benar, pada saat anggota kita turun untuk mengambil jenazah diganggu sama kelompok separatis ini, terus proses evakuasinya belum bisa dilaksanakan sekarang. Masih di Distrik Kiwirok, masih di daerah situ juga," kata Reza saat dihubungi merdeka.com, Jumat 17 September 2021.

Berikut fakta-fakta terkait penyerangan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 6 halaman

1. Dua Nakes Jadi Korban, Satu Meninggal Dunia

Petugas Gabungan TNI dan Polri menemukan dua tenaga medis (nakes) yang dilaporkan hilang pascapenyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Puskesmas dan rumah tenaga medis di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua pada Rabu sore 15 September 2021.

Salah satunya, Gabriela Meilan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Personel gabungan tiba di lokasi terlemparnya kedua korban, dan di temukan korban atas nama Kristina Sampe dalam keadaan hidup, sementara untuk korban atas nama Gabriela Meilan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mushtofa Kamal dalam keterangan tertulis, Kamis 16 September 2021.

Kamal mengatakan, petugas berupaya mengevakuasi kedua korban dari lokasi. Salah satu korban atas nama Kristina Sampe berhasil dievakuasi dari jurang.

"Selanjutnya korban di bawa ke Pos Pamtas 403/WP guna mendapatkan perawatan medis," ujar dia.

 

3 dari 6 halaman

2. Evakuasi Jenazah Nakes Terkendala karena Ditembaki

Proses evakuasi jenazah tenaga kesehatan (nakes) Gabriela Meilan (22) dihentikan lantaran petugas gabungan ditembaki Kelompok Separatis Teroris (KST) di Distrik Kiwirok, Papua.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm Reza Nur Patria mengatakan, penembakan terjadi saat tim evakuasi hendak turun ke jurang tempat ditemukannya jenazah nakes tersebut.

"Jadi benar, pada saat anggota kita turun untuk mengambil jenazah diganggu sama kelompok separatis ini, terus proses evakuasinya belum bisa dilaksanakan sekarang. Masih di Distrik Kiwirok, masih di daerah situ juga," kata Reza saat dihubungi merdeka.com, Jumat 17 September 2021.

Ia menyebut, gangguan terhadap proses evakuasi jenazah nakes tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIT.

"Jam pastinya yang jelas, kan tadi evakuasi pertama sekitar jam 11-an (waktu setempat), ya berarti mungkin sekitar jam 10 sampai jam 11, mungkin tadi pagi," kata Reza.

 

4 dari 6 halaman

3. Proses Evakuasi Dihentikan Sementara

Reza menegaskan, proses evakuasi terhadap jenazah nakes tersebut pun dihentikan sementara sampai kondisi di lokasi tersebut kembali kondusif.

"(Proses evakuasi) sementara kan dihentikan dulu, karena memang prosesnya tidak bisa dilaksankan karena masih diganggu. Proses diganggu, kita langsung mundur, tidak melanjutkan proses evakuasi karena faktor keamanan," kata dia.

 

5 dari 6 halaman

4. Cuaca Kurang Baik

Tak hanya faktor keamanan, penghentian sementara proses evakuasi jenazah suster Gabriela juga karena konsisi cuaca yang kurang mendukung.

"Kemudian cuaca juga. Karena cuaca kan enggak bisa diprediksi. Sebenarnya memang salah satu faktor yang menghambat evakuasi kan cuaca juga. Karena kemarin semestinya dilaksanakan, tapi kan faktor cuaca, jarak pandang dan hujan," ungkap Reza.

"Sehingga evakuasi baru dilaksanakan sekarang, dari kemarin itu kan, mulai malam sampai dengan siang itu hujan, mendung. Jadi memang proses evakuasi dilaksanakan kemarin, baru bisa dilaksanakan tadi pagi," jelas dia.

 

(Lesty Subamin)

6 dari 6 halaman

Baku Tembak TNI Vs KKB Papua