Sukses

Top 3 News: KKB Diduga Gunakan Pelajar SD dan SMP untuk Bocorkan Strategi Polisi

Liputan6.com, Jakarta - Untuk melancarkan aksi terornya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua diduga kuat memanfaatkan para siswa yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga SMP sebagai informan. Berita ini menjadi terpopuler pertama di top 3 news, Kamis, 3 Juni 2021.

Menurut Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpauw, para siswa biasanya membocorkan soal senjata, lokasi hingga aparat siapa saja yang menjaga. Bahkan sampai membocorkan strategi kepolisian untuk melumpuhkan KKB.

Sementara itu, dari video viral yang memperlihatkan Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Amon Djobo mengumpat Menteri Sosial Tri Rismaharini terkait pembagian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), kini berujung pada pencabutan dukungan oleh PDIP kepada Amon.

Pencabutan ini dilakukan melalui Surat DPP No 2922 /IN/DPP/VI/2021 ditandatangani oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun dan Sekjen Hasto Kristiyanto. Kemarahan yang ditunjukkan Amon dengan melontarkan kata-kata kasar dinilai tidak pantas. Terlebih disertai dengan ancaman.

Belakangan diketahui video viral tersebut terjadi pada April 2021 pasca bencana badai Seroja. Amon pun mengaku dirinya telah meminta maaf kepada Mensos Risma. Meski menyayangkan pencabutan tersebut, dia mengembalikan semua keputusan kepada PDIP.

Berita terpopuler lainnya terkait rencana peremajaan alutsista di Tanah Air yang dinilai Menteri Pertahanan dan Keamanan Prabowo Subianto telah sangat lama dan diperlukan modernisasi.

Rencana tersebut belakangan menuai polemik karena jumlah biaya yang dibutuhkan terbilang cukup fantastis, yakni Rp 1.788 triliun dengan kurs 14.300 per dolar AS.

Menurut Penasehat Kepala Staf Presiden (KSP) yang juga Analisis Utama Politik Keamanan Lab 45, Andi Widjajanto, jumlah tersebut belum belanja keseluruhan. Ideal belanja alutsista sampai 2044  diseputaran Rp 3 kuadriliun atau Rp 3.000 triliun. 

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Kamis, 3 Juni 2021: 

2 dari 5 halaman

1. Kabaintelkam: Ada Remaja yang Bocorkan Rahasia Polisi ke KKB Papua

Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpauw mengungkapkan bahwa pihaknya menghentikan program pembimbingan terhadap Tenaga Bantuan Operasi (TBO).

Karena kata Paulus, ada remaja yang memberikan informasi terkait rahasia kepolisian RI kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Hal tersebut berhasil diungkap atas kecurigaannya.

Dia membenarkan bahwa anak-anak di Papua memang banyak yang diajar oleh aparat kepolisian. Bahkan, kata dia, ada anak-anak yang disekolahkan di kantor polisi.

Rata-rata yang diajar oleh aparat kepolisian sebenarnya masih duduk di bangku Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) saja. Sehingga menurutnya cukup mencengangkan karena anak yang baru remaja berani membeberkan strategi kepolisian dalam melumpuhkan kelompok penyerang. Strategi yang dibeberkan bahkan cukup mendetail.

"Ada juga anak-anak yang kita jadikan TBO ya istilahnya. Kita bimbing, kita sekolahkan di Polsek-polsek itu. Hampir rata-rata anak-anak itu tingkat SD sampai SMP," ungkapnya.

"Begitu sudah remaja, mereka ini yang sering jadi cucuk penunjuk arah untuk masuknya kelompok kekerasan itu menyerang anggota kita. Mereka yang nanti memberikan bocoran," lanjutnya.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Nasib Bupati Alor: Berseteru dengan Risma Berujung Pencabutan Dukungan dari PDIP

Jagat maya dihebohkan dengan video yang menggambarkan Bupati Alor Nusa Tenggara Timur, Amon Djobo memarahi dua staf Kementerian Sosial (Kemensos) dan menyindir Menteri Sosial Tri Rismaharini. Amon kesal karena pembagian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk warga Alor tidak melibatkan pemerintah daerah.

Aksi Amon memarahi dua staf Risma itu terekam dalam video berdurasi 3 menit 9 detik. Dia menuding Kemensos tak menghargai pemerintah daerah karena penyaluran berbagai bantuan untuk masyarakat justru diberikan ke Ketua DPRD Alor.

Rupanya, peristiwa itu terjadi pada pertengahan April 2021 pasca bencana badai Seroja. Amarah Amon bermula karena adanya kesalahan dalam tata kelola dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak bencana badai Seroja.

Saat itu, pegawai Kemensos datang untuk melaporkan bahwa mereka membawa bantuan untuk korban meninggal akibat badai Seroja, jumlahnya Rp 15 juta per orang.

Sementara itu, Tri Rismaharini atau Risma menjelaskan bahwa bantuan ke Alor bukan berupa Program Keluarga Harapan (PKH), melainkan bantuan untuk bencana. Kemensos, kata dia, ingin bantuan itu segera disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana.

Namun, Risma menyebut sejumlah pihak tak dapat dihubungi karena putusnya jaringan komunikasi akibat bencana. Kala itu, Risma menyatakan dirinya hanya berhasil menghubungi Ketua DPRD Alor, Enny Anggrek.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. HEADLINE: Heboh Rencana Anggaran Alutsista TNI Rp 1.750 Triliun, Skema Pinjaman Asing?

Keinginan pemerintah melalui Kementerian Pertahanan untuk melakukan pembelian terhadap alutsista milik Indonesia dalam rangka melakukan peremajaan dan modernisasi menuai polemik.

Hal ini lantaran munculnya Rancangan Peraturan Presiden Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024 (Alpalhankam).

Salah satunya yang menjadi sorotan adalah adanya pada pasal 7, dana yang dibutuhkan untuk membeli alutsista mencapai USD 124.995.000.000. Jika dirupiahkan, maka dana yang dibutuhkan mencapai Rp 1.788 triliun dengan kurs 14.300 per dolar AS. Meski disebutkan bahwa angka itu masih bersifat rencana.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan, anggaran ini sudah disampaikan secara tertutup saat rapat dengan Komisi I DPR. Pada intinya semua masih disusun.

Dia mengakui memang alutsista Indonesia sudah banyak yang tua dan perlu dimodernisasi.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: