Sukses

Jokowi: Ada 1 Kasus Positif Covid-19 di RW Langsung Isolasi, Jangan Tunggu Chaos

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta kepala daerah segera melakukan penanganan apabila ditemukan satu kasus positif Covid-19 di satu wilayah. Dia mengingatkan kepala daerah untuk bertindak cepat untuk mencegah terjadi peningkatan kasus Covid-19.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) se-Provinsi Riau di Pekanbaru, Rabu 19 Mei 2021. Adapun video tersebut baru diunggah di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5/2021).

"Begitu ada satu kasus positif di sebuah RW langsung isolasi, karantina, kalau berat tadi disampaikan Pak Menkes, bawa ke rumah sakit. Tetapi hati-hati, kalau sudah turun jangan lengah, jangan hilang kewaspadaan, jangan lengah, dan jangan tunggu chaos baru kita bertindak, terlambat," kata Jokowi.

Dia menyebut kasus aktif Covid-19 di Indonesia sudah mulai menunjukkan penurunan dibanding awal Februari 2021. Pada Februari 2021, kasus aktif virus Corona berada di angka 176.000 bahkan mendekati 200.000.

Namun, kini kasus aktif Covid-19 di Tanah Air menurun drastis di angka 87.000 atau sekitar 50,5 persen. Jokowi mengatakan penurunan kasus aktif ini dikarenakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro yang diterapkan sejak Februari 2021.

"Kuncinya di PPKM skala mikro yang bergerak di tingkat bawah yang kita punyai dan kita beruntung bahwa kita memiliki yang namanya Babinsa, Bhabinkamtibmas, ada lurah, RT/RW. Inilah yang harus digerakkan," ujar Jokowi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

 

2 dari 3 halaman

Kelengahan Pelayanan

Jokowi mengaku selalu memantau data perkembangan Covid-19 baik per provinsi maupun secara nasional. Dia menyampaikan bahwa kasus aktif virus Corona di Riau pada Februari 2021 berada di angka 1.071.

Hanya saja, kasus Covid-19 naik menjadi 1.302 pada Maret 2021 dan semakin tinggi menjadi 4.865 di April 2021. Jokowi meyakini kenaikan kasus Covid-19 ini karena adanya kelengahan dalam penanganan.

"Meskipun sekarang turun sedikit tapi masih di posisi yang tinggi, hati-hati mengenai ini hati-hati," ucap Jokowi.

Dia menekankan bahwa ancaman penyebaran Covid-19 di Indonesia hingga kini belum berakhir. Untuk itu, Jokowi meminta gubernur, bupati, walikota, hinhga pejabat daerah berkoordinasi melakukan manajemen pengendalian agar kasus di wilayahnya dapat ditekan.

"Kalau bergandengan di dalam koordinasi, di rapat, maupun di lapangan persoalannya akan menjadi mudah. Ini dari pengalaman kita di tingkat nasional maupun di provinsi, kabupaten/kota yang kita lihat dan kita amati," tutur Jokowi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

  • Presiden Jokowi hibur anak-anak dengan atraksi sulap di peringatan Hari Anak Nasional, di Pekanbaru, Riau.
    Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014
    Jokowi
  • Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China
    COVID-19
  • Ingat Pesan Ibu