Sukses

Kapolda dan Pangdam Jaya Pimpin Apel Pengamanan Jelang Takbiran Idul Fitri

Liputan6.com, Jakarta - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menggelar apel pasukan bersama dalam rangka Operasi Ketupat Jaya 2021 untuk pengamanan malam takbiran pada Rabu sore (12/5/2021).

Berdasarkan pantauan merdeka.com, apel digelar di Lapangan Presisi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sekitar pukul 16.14 WIB yang dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran bersama Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Pelaksanaan apel ini ditujukan untuk persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Nantinya usai apel, rombongan Kapolda bersama Pangdam Jaya akan melakukan patroli di wilayah Ibu kota.

Dalam apel ini, selain diikuti personel Polri dan TNI, turut juga dihadiri para personel dari Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, di antaranya dari Dishub DKI, Satpol PP DKI dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI.

Sebelumnya, Fadil menyatakan pihaknya bakal memberlakukan crowd free night di Jakarta pada malam takbiran Idul Fitri. Langkah itu dilakukan demi mencegah kerumunan atau potensi kerumunan orang saat malam takbiran ditengah pandemi Covid-19.

"Kita akan berlakukan konsep crowd free night jadi tidak boleh ada yang berkerumun lebih dari 5 orang tanpa bisa menjelaskan kepentingannya untuk apa," kata Fadil di Balai Kota, DKI Jakarta, Senin 10 Mei 2021.

 

2 dari 3 halaman

Crowd free night

Fadil menjelaskan, crowd free night akan diberlakukan pada pukul 22.00 WIB dengan skema bila ditemukan sejumlah orang yang berkumpul lebih dari lima orang atau tidak memiliki tujuan yang jelas akan dipulangkan.

"Semua yang tidak memiliki kepentingan untuk berada di jalan, sehingga dapat menimbulkan kerumunan akan kami minta untuk kembali ke rumah masing-masing," tuturnya.

Di samping itu kata dia, petugas juga akan melakukan filterisasi kendaraan mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Dengan memantau sejumlah kendaraan di mana yang melakukan kerumunan tanpa kegiatan yang jelas akan terkena filterisasi.

"Masyarakat yang akan ke mal itu masih bisa melangsungkan kegiatan tapi bagi mereka yang aka melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengundang kerumunan maka kita akan melakukan filterisasi," tuturnya.

Fadil menambahkan,antisipasi itu juga dilakukan menyusul surat imbauan yang akan diterbitkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan perihal sejumlah pelarangan saat malam takbiran.

 

 

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka.com

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: