Sukses

Top 3 News: Sebab Adian Napitupulu Menaruh Harapan pada Vaksin Nusantara

Liputan6.com, Jakarta Mengidap penyakit jantung, inilah alasan mengapa politikus PDIP Adian Napitupulu menaruh harapannya pada Vaksin Nusantara. Berita ini menjadi terpopuler pertama di top 3 news, Kamis, 15 April 2021.

Meski dirinya belum yakin akan lolos untuk mendapatkan Vaksin Nusantara, namun pada Rabu, 14 April kemarin Adian mengikuti uji klinis tahap II di RSPAD Gatot Subroto.

Politikus PDIP ini melakukan sejumlah tahapan untuk proses uji, salah satunya pengambilan sampel darah.

Berita terpopuler lainnya terkait adanya dugaan peluru nyasar di Gedung Sovereign Plaza di Cilandak, Jakarta Selatan. Dugaan tersebut menguat setelah ditemukan lempengan timah di atas karpet ruangan HRGA.

Seorang office boy yang menemukannya langsung melaporkannya ke Polsek Cilandak.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali mengingatkan warga untuk tetap waspada akan adanya penularan virus Corona, meski kasus harian Covid-19 cenderung menurun.

Jokowi menyebut saat ini kasus corona di Indonesia sudah mulai menurun di angka 3.000-6.000. Dia pun meminta penanganan pasien Covid-19 terus dilakukan secara konsisten.

Sedangkan kepada seluruh kepala daerah, Jokowi meminta untuk tidak tergesa-gesa membuka sektor-sektor yang ada yang dapat kembali menimbulkan penyebaran Covid-19. 

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Kamis, 15 April 2021

2 dari 5 halaman

1. Punya Penyakit Jantung, Politikus PDIP Adian Napitupulu Berharap pada Vaksin Nusantara

Politikus PDIP Adian Napitupulu hadir dalam uji tahap dua Vaksin Nusantara. Dia mengaku tengah mencari vaksin yang aman untuk dirinya yang mengidap sakit jantung. 

"Saya datang karena saya harus punya jawaban terhadap diri saya (soal vaksin) sebab saya ini punya penyakit jantung," kata Adian kepada wartawan di lokasi, Rabu (14/4/2021).

Adian mengaku, belum meyakini keberhasilan Vaksin Nusantara seutuhnya. Sebab diketahui, perlu sejumlah tahapan untuk proses uji, salah satunya pengambilan sampel darah.

"Jadi kita ambil darah dulu dari situ diperiksa sedemikian rupa, sampai 8 hari baru kemudian dikasih tahu kita bisa divaksin atau tidak," jelas Adian.

Kendati begitu, Adian menaruh dukungan jika Vaksin Nusantara sebagai harapan.

 

Selengkapnya..

3 dari 5 halaman

2. Kaca Salah Satu Gedung di Cilandak Berlubang, Diduga Kena Peluru Nyasar

Kaca salah satu ruangan di Gedung Sovereign Plaza di Cilandak, Jakarta Selatan bolong dan retak. Diduga akibat terkena peluru nyasar. Polisi pun turun tangan melakukan penyelidikan.

Dari informasi yang diterima, kaca retak yang diduga akibat peluru nyasar itu berada di di lantai 8 persis di kantor HRGA Room. Adalah pegawai office boy yang pertama kali mengetahui pada pukul 06.50 WIB, Kamis (15/4/2021).

Saat itu yang bersangkutan sedang beberes di ruangan HRGA. Seorang office boy melihat salah satu kaca berlubang. Tak hanya itu, ditemukan pula lempengan timah di atas karpet ruangan HRGA. Atas temuan itu, office boy mengadukan ke Polsek Cilandak.

Terkait kejadian itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Jimmy Simanjuntak menyampaikan, pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk mencari tahu sumbernya.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Jokowi Sebut Banyak Negara Alami Lonjakan Kasus Covid-19 karena Tak Waspada

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta semua masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan virus corona (Covid-19). Pasalnya, dia menyebut beberapa negara kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 karena tak waspada.

Dia menyampaikan bahwa pada Januari 2021, kasus harian Covid-19 di tanah air berada di angka 13.000 hingga 15.000. Jokowi menyebut saat ini kasus corona di Indonesia sudah mulai menurun di angka 3.000-6.000.

"Dalam 3 minggu ini kita sudah berada di angka yang baik menurut saya 6.000, 5.000, 4.000, naik-turun berada di angka di itu. Ini yang harus kita jaga dan terus kita tekan agar terus berkurang," ujarnya.

Di sisi lain, dia menyampaikan bahwa angka kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia berada di angka 90,5 persen. Adapun angka ini lebih baik dari rata-rata persentase kesembuhan dunia.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: