Sukses

Punya Penyakit Jantung, Politikus PDIP Adian Napitupulu Berharap pada Vaksin Nusantara

Liputan6.com, Jakarta Politikus PDIP Adian Napitupulu hadir dalam uji tahap dua Vaksin Nusantara. Dia mengaku tengah mencari vaksin yang aman untuk dirinya yang mengidap sakit jantung. 

"Saya datang karena saya harus punya jawaban terhadap diri saya (soal vaksin) sebab saya ini punya penyakit jantung," kata Adian kepada wartawan di lokasi, Rabu (14/4/2021).

Adian mengaku, belum meyakini keberhasilan Vaksin Nusantara seutuhnya. Sebab diketahui, perlu sejumlah tahapan untuk proses uji, salah satunya pengambilan sampel darah.

"Jadi kita ambil darah dulu dari situ diperiksa sedemikian rupa, sampai 8 hari baru kemudian dikasih tahu kita bisa divaksin atau tidak," jelas Adian.

Kendati begitu, Adian menaruh dukungan jika Vaksin Nusantara sebagai harapan. Terlepas dari pro-kontra, diyakininya bahwa Vaksin Nusantara adalah untuk kebaikan Indonesia terbebas dari pandemi Covid-19.

"Harapannya iya ini baik buat semua, saya juga berharap ini berhasil dilakukan buat orang-orang yang punya penyakit penyerta seperti saya," dia menandasi.

2 dari 3 halaman

Tidak Pilih Kasih

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan bahwa badan yang dipimpinnya mendukung riset yang dilakukan anak bangsa. Termasuk riset pengembangan vaksin COVID-19 bernama Vaksin Nusantara. Tidak ada pilih kasih antara pengembangan vaksin COVID-19 satu dengan lainnya.

"BPOM tidak pernah pilih kasih. BPOM akan mendukung apapun bentuk riset. Bila sudah siap masuk uji klinik akan didampingi," kata Penny di sela-sela Pengawalan Vaksin Merah Putih pada Selasa, 13 April 2021 di Jakarta.

Namun, Penny menegaskan bahwa dalam setiap riset pembuatan vaksin tim peneliti harus menegakkan berbagai syarat-syarat yang sudah ada.

Ada beberapa aspek yang menurut BPOM dalam pengembangan Vaksin Nusantara belum bisa lanjut ke tahap selanjutnya. Good clinical practice dan good manufacturing practice untuk produksi vaksin belum terpenuhi. Lalu, hasil uji klinik terhadap keamanan serta efektivitas dalam meningkatkan antibodi dari vaksin Nusantara ini belum meyakinkan. "Sehingga, belum bisa melangkah," lanjut Penny.

Berdasarkan hasil inspeksi rupanya ada beberapa poin dalam komponen pembuatan Vaksin Nusantara yang diabaikan. Hal ini, kata Penny, akan membuat masalah sendiri. Ketika ada tahapan yang diabaikan maka mesti kembali lagi ke awal.

"Tahapan-tahapan tersebut tidak bisa diabaikan. Pengabaian itu banyak sekali yang diabaikan dan itu sudah disampaikan ke tim peneliti untuk komitmen untuk adanya correction action atau preventif action sudah diberikan dari awal," kata Penny.

Namun, correction action yang disampaikan BPOM tidak kunjung juga dilakukan perbaikan oleh tim peneliti tim Vaksin Nusantara.

"Correction action sudah diberikan dari tahap awal tapi selalu diabaikan, diabaikan, diabaikan. Tetap tidak bisa, nanti tetap kembali lagi ke belakang," kata Penny.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Terkait di Bawah Ini: