Sukses

Top 3 News: Sudah 24 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi

Liputan6.com, Jakarta Korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 kembali teridentifikasi, Sabtu, 16 Januari 2021. Dengan demikian, jumlah korban secara keseluruhan yang telah berhasi diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menjadi 24 orang. Berita ini menjadi terpopuler pertama di Top 3 News, Sabtu kemarin. 

Penambahan tersebut usai tujuh penumpang Sriwijaya Air yang menjadi korban jatuhnya pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak itu teridentifikasi. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menyebut, Tim DVI berhasil mengidentifikasinya lewat sidik jari dan rekonsliasi DNA. 

Berita lainnya masih terkait korban jatuhnya Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu, Sabtu, 9 Januari lalu. Hingga kini, cerita-cerita haru dari para korban terus menyita perhatian publik Tanah Air.

Salah satunya datang dari korban Sriwijaya Air SJ 182, bernama Pipit Piyono asal Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung.

Sang paman menuturkan, sebelum pesawat yang membawa korban jatuh di Kepulauan Seribu, almarhumah sempat berpesan untuk memakamkan dirinya di samping liang lahat sang putra yang telah pergi lebih dulu.

Sementara itu, Gunung Semeru kembali memuntahkan Awan Panas Guguran (APG), Sabtu sore, pukul 17.24 WIB. APG yang meluncur saat itu sejauh kurang lebih 4 kilometer dan disertai guguran lava dengan jarak luncur antara 500-1.000 meter dari Kawah Jonggring Seleko ke arah Besuk Kobokan.

Namun, saat ini Gunung Semeru masih ditetapkan pada Level II atau Waspada.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Sabtu, 16 Januari 2021:

2 dari 5 halaman

1. Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Bertambah 7, Total Jadi 24 Jenazah

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali berhasil mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu (16/1/2021). Pesawat rute Jakarta-Pontianak itu jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu sore 9 Januari 2021 pekan lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menyebut, penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang teridentifikasi bertambah tujuh orang. Dengan demikian, secara keseluruhan sudah ada 24 korban yang terindentifikasi.

"Jadi jumlah keseluruhan korban yang telah diidentifikasi oleh tim DVI sampe jam 17.00 WIB tadi sejumlah 24 korban," kata Rusdi saat konferensi Pers di RS Polri, Sabtu sore.

Rusdi mengungkapkan, tujuh nama penumpang yang teridentifikasi tersebut adalah Rosi Wahyuni (51) berjenis kelamin perempuan, Rizki Wahyudi (26) berjenis kelamin laki-laki, Nelly (49) berjenis kelamin perempuan, Beben Sopian (58) berjenis kelamin laki-laki.

Kemudian Makrufatul Yeti Srianingsih (30) berjenis kelamin perempuan, Arifin Ilyas (26) berjenis kelamin laki-laki, dan Arneta Fauzi (38) berjenis kelamin perempuan.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Pesan Terakhir Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung

Pihak keluarga dari salah satu korban Sriwijaya Air SJ 182 mendatangi Bandara Radin Inten II Lampung hari ini, Sabtu (16/1/2021). Kedatangannya untuk menjemput jenazah bernama Pipit Piyono yang merupakan warga Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung.

"Saya datang hari ini hendak menjemput salah seorang keluarga kami Pipit Piyono yang menjadi korban dalam kecelakaan pesawat Sriwijaya Air pada tanggal 9 Januari lalu," ujar paman korban, Sabar di Lampung Selatan, Sabtu (16/1/2021). 

Sabar menjelaskan berdasarkan rencana keluarga, korban Pipit Piyono akan dimakamkan di Tiyuh (kampung) Toto Makmur di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Dia juga mengungkapkan bahwa keluarga telah menyetujui prosedur bahwa tidak ada prosesi pembukaan peti jenazah.

Ia mengatakan sebelum kecelakaan pesawat Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta terjadi, korban Pipit Piyono telah berpesan kepada keluarga untuk memakamkan dirinya di samping liang lahat anak korban.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Ini Ancaman Bahaya Imbas Gunung Semeru Meletus

Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur meletus pada pukul 17.24 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan ancaman bahaya yang ditimbulkan dari meletusnya Gunung Semeru tersebut.

PVMBG memastikan bahwa potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Semeru adalah berupa lontaran batuan pijar di sekitar puncak, sedangkan material lontaran berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin.

Apabila terjadi hujan dapat terjadi lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak.

Gunung Semeru memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) yang meluncur sejauh kurang lebih 4 kilometer dan disertai guguran lava dengan jarak luncur antara 500-1.000 meter dari Kawah Jonggring Seleko ke arah Besuk Kobokan. Kendati demikian, PVMBG menyatakan status Gunung Semeru masih dalam level II atau waspada.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: