Sukses

Top 3 News: Co-Pilot Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi

Liputan6.com, Jakarta Tiga korban Sriwijaya Air SJ 182 teridentifikasi. Salah satunya adalah Co-Pilot Fadli Satrianto. Berita ini menjadi terpopuler pertama di Top 3 News, Selasa, 12 Januari 2021.

Selain Co-Pilot Sriwijaya Air, Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification (Inafis) Polri juga telah berhasil mengungkap identitas tiga korban lainnya. Maka total korban yang telah diketahui menjadi empat orang. 

Jasad Fadli terkonfirmasi setelah Tim Inafis melakukan pencocokan data milik korban lewat sidik jarinya melalui e-KTP. 

Sementara itu, hingga Selasa, 12 Januari kemarin, Tim SAR telah mengumpulkan 65 kantong jenazah yang diduga korban pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak. Maka total menjadi 139 kantong jenazah yang ditemukan. 

Bersamaan dengan itu, Tim SAR gabungan juga terus mengumpulkan puing-puing Sriwijaya Air. Terhitung sejak hari pertama pencarian, jumlah kantong berisi puing pesawat kini menjadi 26 kantong. Flight data recorder (FDR) juga telah ditemukan.

Terkait kasus kerumunan di Waterboom Lippo Cikarang, sebanyak 15 orang saksi pada Selasa kemarin telah menjalani pemeriksaan. 

Pemeriksaan tersebut dilakukan lantaran pengelola Waterboom Lippo Cikarang diduga telah melakukan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Selasa, 12 Januari 2021:

 

2 dari 5 halaman

1. Tiga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Salah Satunya Co-Pilot Fadli Satrianto

Kepala Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification (Inafis) Polri Brigjen Pol Hudi Suryanto mengungkapkan, tiga korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 teridentifikasi. Mereka terkonfirmasi setelah tim memvalidasi bagian tubuh korban di empat kantong jenazah.

"Ada tiga korban yang kami identifikasi dari empat kantong mayat yang diperiksa, ternyata satu kantong mayat itu bagian satu tubuh sehingga tiga yang kami periksa," kata Hudi saat jumpa pers soal Sriwijaya Air di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).

Tiga korban yang teridentifikasi, antara lain Asy Habul Yamin dengan nomor kantong temuan 0072 dan 0029. Keduanya adalah satu bagian yang ditemukan terpisah dan teridentifikasi memiliki identitas yang sama dari hasil pencocokan.

Hudi melanjutkan, korban kedua yang teridentifikasi adalah bagian tubuh yang diletakkan di kantong jenazah bernomor 0020. Dia adalah Fadli Satrianto. Berjenis kelamin pria, kelahiran Surabaya 6 Desember 1982, beragama Islam. Alamat, Teluk Penanjung, Flamboyan Jawa Timur, terdaftar dengan nomor manifest 31.

"Ini adalah co-pilot Sriwijaya. Kami sudah perbandingkan sidik jarinya dengan e-KTP, telunjuk korban ini cocok," ungkap Hudi.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. 6 Perkembangan Terkini Korban Sriwijaya Air SJ 182

Memasuki hari keempat, Tim SAR gabungan kembali mengevakuasi korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu, Sabtu, 9 Januari 2021.

Hingga Selasa (12/1/2021) siang, empat kantong jenazah kembali ditemukan. 

"Saat ini empat kantong body part korban, satu kantong berisi perlengkapan pribadi korban, satu kantong berisikan serpihan pesawat," tutur Komandam KRI Tenggiri-865 Mayor Laut Tony Hermawan di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021)

Sehari sebelumnya, sebanyak 74 kantong jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Sriwijaya Air. Dengan temuan hari ini, maka total sementara menjadi 78 kantong yang telah dikumpulkan.

Seperti diketahui, sebelum dilaporkan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, pesawat jenis Boeing 737-500 itu dilaporkan tengah membawa 62 orang. Mereka terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Soal Kerumunan di Waterboom Lippo Cikarang, Polisi Periksa 15 Saksi

Polisi memeriksa 15 saksi terkait kasus kerumunan di Waterboom Lippo Cikarang, Selasa (12/1/2021). Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan menyebut, kelima belas saksi tersebut dari beberapa pihak, tak terkecuali aparat kepolisian.

"Adapun tindak lanjut dari pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh pengelola waterboom, kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi," kata Hendra.

Belasan saksi itu ialah dua polisi, satu orang dari dinas kesehatan, satu orang dari dinas pariwisata. Sisanya, 11 pengelola Waterboom Lippo Cikarang.

Hendra menuturkan, pengelola Waterboom Lippo Cikarang diduga telah melakukan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: