Sukses

Fasilitas Kesehatan bagi Pasien Covid-19 Penuh, Pemprov Banten Bangun RS Darurat

Liputan6.com, Tangerang - Siasati fasilitas kesehatan (faskes) untuk pasien Covid-19 yang sudah penuh, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bakal membangun rumah sakit darurat di Kota Tangerang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji mengatakan, rumah sakit tersebut akan dibangun pada tahun ini.

"Untuk Kota Tangerang, rencana kita bersama Pemerintah Kota Tangerang membuat rumah sakit darurat Covid-19," kata Ati di Pendopo Bupati Tangerang, Senin (12/1/2021).

Meski diklaim bakal dibangun tahun ini, Ati mengaku, pihaknya belum bisa membeberkan secara pasti lokasi rumah sakit darurat yang akan dibangun tersebut. Selain terhambat lokasi, pihaknya juga terhambat oleh kurangnya tenaga medis dan dokter spesialis paru.

"Tapi itu tidak mudah, karena tenaga kesehatan yang tidak ada. Mungkin tempat tidur kita bisa beli, tapi nakes kita sulit sekali membelinya. Karena semua provinsi pun membutuhkan itu," ungkap Ati.

Dia juga menjelaskan kalau di Provinsi Banten hanya punya 55 dokter spesialis paru. Angka tersebut pun sangat bertolak belakang dengan jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Banten.

"Belum dibagi layanan esensial lain, harus dibagi pasien Covid-19. Ini mudah-mudahan kita semua nambah rumah sakit. Kita lagi merekrut, mudah-mudahan rekrutan kita ada yang mau daftar," tutur Ati.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

RS Kemenkes Disulap Jadi RS Darurat

Namun, sebagai langkah awal, Rumah Sakit Sitanala yang berada di Kota Tangerang akan disulap menjadi rumah sakit darurat Covid-19.

Dalam kesehariannya rumah sakit tersebut milik Kemenkes untuk pusat penanganan pasien kusta.

"Rumah Sakit Sitanala saya sudah minta Kemenkes harus disulap menjadi RS rujukan Covid-19," kata Ati. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: