Sukses

Komisi X DPR Minta Kemendikbud Serius Jalani Amanah Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 549,5 triliun untuk pendidikan tahun 2021. Anggaran tersebut salah satunya akan difokuskan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengapresiasi langkah Jokowi ini. Namun, yang sekarang harus dilakukan adalah membuat semua peserta didik bisa belajar di masa pandemi Covid-19 ini.

"Kami sangat mengapresiasi komitmen Presiden Jokowi jika ingin melakukan transformasi besar di berbagai bidang termasuk bidang Pendidikan. Kendati demikian, yang saat ini mendesak dilakukan dan ditunggu langkah kongret adalah menyelamatkan hak-hak peserta didik untuk bisa belajar di masa pandemi," kata Syaiful, Sabtu (15/8/2020).

Dia sepakat apa yang disampaikan Jokowi, pandemi Covid-19 ini bisa menciptakan banyak perubahan besar. Namun, pemerintah khususnya Kemendikbud harus segera berbenah, mengatasi masalah pendidikan saat pandemi ini.

"Saat ini ada banyak persoalan nyata di bidang pendidikan selama masa pandemi. Nah, kami melihat respons dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih sporadis dan kurang komprehensif," ungkap Syaiful.

Dia pun menyinggung soal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang terus mendapatkan sorotan. Menurutnya, Kemendikbud harus punya sikap tegas dalam hal ini.

"Kalau memang memungkinkan belajar tatap muka segeralah dilakukan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan ketat. Jika tak memungkinkan tatap muka, maka bagaimana caranya mereka bisa melakukan PJJ. Sediakan wifi, smartphone, dan kurikulum adaptif Covid-19," tutur Syaiful

 

 

2 dari 3 halaman

Setuju

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, sekarang momentum untuk melakukan pembenahan. Apalagi Jokowi sudah memberikan ruang untuk itu.

"Presiden menyampaikan bahwa pola pikir dan etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan akan sangat dibutuhkan. Itu sangat berhubungan erat dengan strategi pembangunan SDM kita. Program-program terkait pendidikan dan pembangunan manusia harus mengarah kesana," jelas Hetifah.

Dia pun sepakat dengan Jokowi, untuk tidak membiarkan krisis membuahkan kemunduran.

"Saya setuju dengan Presiden bahwa momentum krisis ini harus kita bajak untuk justru membuat lompatan kemajuan. Kalau dipikir-pikir sebenarnya banyak sekali lompatan kemajuan yang sudah kita lakukan sebagai bangsa dalam beberapa bulan terakhir," tutup Hetifah.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: