Forum Akademik ASEAN Perdana Digelar di Jakarta, Dukung Peningkatan Pendidikan Akuntansi

Sebanyak 150 akademisi dan profesional keuangan terkemuka di Jakarta mengikuti Forum Akademik ASEAN.

Diperbarui 19 September 2025, 22:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - CPA Australia menghadirkan lebih dari 150 akademisi dan profesional keuangan terkemuka di Jakarta pekan ini pada 16-17 September 2025 dalam Forum Akademik ASEAN perdana, membahas perubahan keterampilan dan teknologi yang membentuk masa depan pendidikan akuntansi.

"Forum ini memberikan kesempatan bagi akademisi dan praktisi lintas disiplin untuk berbagi hasil riset dan mendorong kemajuan pendidikan akuntansi," ujar Regional Head CPA Australia untuk Asia Tenggara Priya Terumalay FCPA melalui keterangan tertulis, Rabu (17/9/2025).

Dia menjelaskan, acara ini juga bertujuan memperluas akses publikasi internasional di Indonesia, serta akan menghasilkan buku prosiding yang merangkum wawasan dan kontribusi selama dua hari penyelenggaraannya.

"Profesi akuntansi berkembang pesat, dengan kebutuhan dunia usaha yang semakin meningkat akan keterampilan lintas disiplin dan keahlian pada bidang baru seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), machine learning, teknologi berbasis cloud, ESG, etika, manajemen risiko dan kemitraan bisnis strategis," papar Priya.

Dia mengatakan, negara-negara peserta yang bergabung dalam forum ini meliputi Australia, Filipina, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.

"Akademisi berperan penting dalam membentuk generasi akuntan dan profesional keuangan berikutnya. Forum ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap pengembangan riset dan pengajaran akuntansi," ucap Priya.

"Dengan mempertemukan akademisi, pendidik dan pemimpin industri dari kawasan ASEAN, kami ingin mendorong dialog, kolaborasi, dan inovasi yang bermakna di bidang akuntansi," sambung dia.

 

Dampak Riset Global

Priya menyebut, selain presentasi makalah penelitian, forum ini juga menghadirkan sesi pidato kunci dan diskusi panel mengenai dampak riset global, metode pengajaran transformatif, serta integrasi AI dan pedagogi digital.

Dia mengatakan, profesi akuntansi merupakan pilar penting perekonomian Indonesia yang menopang stabilitas, efisiensi dan keberlanjutan perusahaan, pasar keuangan, serta ekonomi secara lebih luas.

"Fakta bahwa Indonesia menjadi lokasi beroperasinya perusahaan multinasional besar, mendorong kebutuhan terhadap akuntan profesional meningkat pesat. Disisi lain, pertumbuhan ekonomi yang cepat masih menghadapi kekurangan tenaga akuntansi yang terampil," ucap Priya.

Menurut dia, CPA Australia berupaya mengatasi kesenjangan ini dengan membangun kapasitas akuntan profesional di Indonesia. Program CPA mendapatkan sambutan baik dan terus menarik minat dari calon akuntan dan profesional keuangan.

"Jakarta dipilih menjadi tuan rumah forum perdana ini karena kami ingin mendukung pemerintah Indonesia dalam membentuk masa depan profesi akuntansi melalui pendidikan dan advokasi," papar Priya.

"Kami telah hadir di Indonesia sejak 2011 dan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan talenta akuntansi dan keuangan lokal," tandas dia.

 

Bisa Perkuat Jejaring

Semenyata itu, Duta Besar Australia untuk ASEAN, Tiffany McDonald dalam sambutannya menyampaikan harapannya.

"Saya berharap forum ini dapat memperkuat jejaring antar profesional, akademisi, dan peneliti di bidangnya masing-masing serta berkontribusi pada pertukaran informasi dan pengetahuan yang lebih erat antara Australia dan ASEAN," tandas Tiffany.

Kemudian, Guru Besar BINUS University ASL Lindawati juga mengapresiasi kegiatan ini.

"Saya merasa terhormat dapat mempresentasikan makalah pada Forum Akademik ASEAN, sebuah platform penting bagi akademisi dan praktisi di kawasan ini untuk berbagi wawasan dan memperkuat kolaborasi," ucap dia.

"Saya sangat mengapresiasi komitmen CPA Australia dalam mendukung riset serta publikasi yang mendorong inovasi dan kemajuan profesi akuntansi," tutup Lindawati.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6