Sukses

Bentrokan Berdarah Terjadi Lagi di Lokasi Penambangan

Liputan6.com, Buru: Penambangan emas ilegal di perbukitan Wamsaid, Kabupaten Buru, Maluku, untuk kesekian kali dilanda kerusuhan. Seperti yang terjadi belum lama ini, para penambang terlibat bentrokan berdarah. Saat ini jumlah korban masih simpang siur, namun diperkirakan sedikitnya sepuluh orang tewas dan belasan lainnya terluka. Korban meninggal terkena berbagai senjata tajam seperti parang, tombak, dan panah.

Situasi yang tak kondusif itu pula memaksa ribuan orang mengungsi. Para penambang emas ilegal itu mendatangi Pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru, berebut memasuki kapal Lambelu. Kapal berkapasitas tiga ribu penumpang itu pun disesaki belasan ribu orang. Mereka trauma atas bentrok antarpenambang di lokasi penambangan, Kamis silam.

Seperti insiden-insiden sebelumnya, kerusuhan di areal tambang emas di perbukitan Wamsaid diduga dipicu rebutan lahan. Awal Juli silam, terjadi bentrok serupa dan sejumlah penambang tewas.

Beberapa waktu silam Pemerintah Kabupaten Buru berencana menutup penambangan liar di Wamsaid. Selain memicu kerawanan keamanan, penambangan sangat merusak lingkungan [baca: Penambang Emas Liar di Pulau Buru Diusir]. Namun saat itu para penambang melawan sehingga penertiban dibatalkan. Kini Pemkab Buru bersikap lebih tegas.

Menyusul bentrok berdarah, suasana di lokasi tambang emas di perbukitan Wamsaid masih mencekam. Para penambang terus berjaga- jaga dan melengkapi diri dengan senjata tajam.(AIS)
    Loading